Search

Content

Tampilkan postingan dengan label Memoar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memoar. Tampilkan semua postingan
0 komentar

Marhaban ya Ramadhan 1434 H



Selamat datang Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan latihan dan bulan perjuangan. Agak lama saya tidak update blog, kesibukan offline yang menyita waktu selalu menjadi kambing hitam ^_^. masih ingat tentang tulisan saya, satu hari satu tulisan ? kembali diingatkan untuk terus menulis.

Bersyukur saya masih dikaruniai usia untuk bertemu dengan bulan ramadhan tahun ini, semoga dapat optimal dalam menjalankannya dan senantiasa dikaruniai kesehatan dan kekuatan dalam mengemban amanah optimalisasi pengelolaan zakat, karena seperti tahun-tahun yang lalu, bulan Ramadhan membutuhkan energi sepuluh kali lipat dibanding bulan-bulan biasa. 

Dan tak lupa saya meminta maaf pada sahabat sekalian, bila ada kesalahan yang tak sengaja atau tanpa sadar saya lakukan, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Semoga di Bulan Ramadhan tahun ini kita lebih Optimal dalam beribadah dan menambah kualitas serta kuantitas kebaikan.

Resolusi ramadhan saya tahun ini sederhana, saya sangat ingin bisa menyelesaikan tilawah Al Qur'an 3 juz setiap harinya. Mohon doanya ^_^
Baca selengkapnya »
0 komentar

Seminar Nasional ASBISINDO Barlingmascakeb



Hari ahad ini, 27 Mei 2012 agenda saya cukup padat, mulai sejak pagi hari jam 6 pagi sampai sore hari. Mengawali hari ahad pagi, seperti biasa memulainya dengan asupan ruhani dengan mengikuti agenda pengajian ahad pagi di Masji Gelora Indah Purwokerto. Tema hari ini tentang Tafsir QS. Al Falaq.

Sesuai jadwal selanjutnya ada undangan untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan ASBISINDO  singkatan dari Asosiasi Bank Syariah Indonesia Barlingmascakeb. Seminar dengan judul "Pengembangan Produk Bank Syariah Sesuai Keunikan dan Kebutuhan Keuangan Masyarakat Indonesia"  bertempat di gedung Soemardjito lantai III, ada perubahan lokasi yang tadinya di lantai III Rektorat Universitas Jenderal Soedirman.

Peserta yang datang melebihi kapasitas ruangan, sayang hal ini tidak dari awal diantisipasi panitia, sehingga nampak beberapa peserta tidak mendapatkan tempat duduk, sampai akhirnya ada  kursi tambahan. Hal ini tak mengurangi antusiasme peserta untuk mengikuti seminar nasional yang mendatangkan Tiga Narasumber yaitu DR. H. Ari Mooduto praktisi Perbankan Syariah yang cukup senior dan disegani dengan jam terbang tinggi baik didalam maupun diluar negeri. H. Yuslam Fauzi,MBA Ketua DPP ASBISINDO Dirut Bank Syariah Mandiri serta perwakilan dari Bank Indonesia Semarang.

Saya hanya bisa mengikuti satu sesi, yaitu sesi pertama yang disampaikan oleh DR. H.Arie Mooduto. Saya tidak begitu jelas judul materinya namun materi sesi ini sangat "Mantabs". Biasanya saya kurang antusias mengikuti seminar sejenis ini, karena biasanya lebih banyak bicara normatif tentang manfaat ataupun kelebihan Bank Syariah, namun DR. Arie sangat lain. Beliau membawakan dengan berapi-api dan profokatif,  materinya lebih pada ideologisasi jihad melalui keuangan Syariah. Konstektual dengan spirit yang dibawa Rasulullah saw. Bagaimana ekonomi syariah ini dapat menjadi solusi dari peliknya permasalahan ketimpangan sosial yang membelit warga dunia yang selama ini dibelit oleh gurita kapitalisme.

Saya sepakat dengan beliau, bahwa misi perbankan syariah bukan semata untuk mencari keuntungan, tapi ada misi dakwah disana, ada misi pemerataan sosial dan mengurangi kesenjangan sosial yang selama ini tidak ditopang oleh ekonomi kapitalisme. Dan hal ini selayaknya di tindaklanjuti dengan terus menanamkan nilai-nilai spirit ideologi ini kepada seluruh karyawan dan pelaku yang terlibat dalam dunia perbankan syariah. Sehingga ketika  bertumbuhan bank syariah, bukan semata-mata karena mengejar keuntungan, kasarnya ketika perbankan syariah ini melejit dan mulai dipercayai publik maka berlomba-lombalah para pelaku perbankan untuk membuka unit syariah maupun mendirikan bank-bank syariah baru. Akan sama ketika yang diusung adalah spirit mengejar profit, tidak ada bedanya dengan ekonomi kapitaslisme, apalagi ketika persaingan diantara perbankan syariah yang tumbuh menjadi membingungkan ummat.

Saya nasabah loyal Bank syariah, Usai seminar, saya berharap semoga bertumbuhannya Bank-bank syariah di negri ini mampu menjawab dan menjadi salah satu solusi permasalahan ummat. Sayang saya tidak dapat mengikuti seminar ini sampai akhir.


Baca selengkapnya »
0 komentar

Rehat Raker, Nongkrong di Kaki Lima



Awal April ini semua Kepala Cabang Pembantu PKPU di Wilayah Jawa Tengah, berkumpul di PKPU Semarang, berkordinasi dan mengevaluasi kinerja selama bulan awal di tahun 2012 ini. Banyak ide dan gagasan ditampung dan menjadi bahasan yang menarik untuk diimplementasikan menjadi program baik penghimpunan maupun pendayagunaan.

Saya bukan kepala KCP PKPU, tapi mewakili  Pak Ketua yang sedang menjadi suami siaga :). Rapat dua hari ini dihadiri semua KCP PKPU yang ada di Jawa Tengah, mulai dari Kudus, Boyolali, Karanganyar, Tegal dan Purwokerto.

Saat malam hari kita rehat sejenak, menikmati makan malam di penyetan kaki lima di jalan Setibudi Semarang. Para ketua PKPU ini tak memilih-milih jenis makanan, justru di kaki lima ini kita lebih gayeng dengan bahasan-bahasan informal. Pak Haryono ketua PKPU Semarang, dan Pak Joko ketua Bagian PHP PKPU Semarang turut serta bersama kami. Berdiskusi hangat, dengan sesekali mengelap keringat karena pedasnya sambel penyetan.

Baca selengkapnya »
0 komentar

Saatnya Musim Layangan Tiba


Musim kemarau mulai masuk, walaupun terkadang masih hujan, tapi sudah mulai jarang. Angin yang sering bertiup cukup kencang, membuat layangan-layangan berlomba berarak diangkasa. Anak-anak mulai bergegas untuk berlomba, mengangkat senar layangan, menarik dan mengulurnya.

Diangkasa layangan nampak saling berkejaran, kemudian menukik dan menggesek antar senar atau tali layangan. Sampai kemudian ada yang menang, dan satu layangan akan nampak turun dan terbawa angin, dan dibawahnya berkejaran anak-anak berlomba mendapatkan layangan yang kalah perang, siapa yang mendapatkannya akan dengan gagah kembali menaikkan sang veteran ke medan laga diangkasa. 

Faza dan kholid dua anak saya, juga menikmati bermain layangan, karena masih balita jadinya lebih banyak jadinya saya yang ikut naikkan layangan. Terkadang sambil berlari mereka menarik layangan, sejenak terangkat kemudian terjun bebas ditanah sampai kemudian ditarik kembali sambil berlari.
Baca selengkapnya »
0 komentar

Bermain di Sungai Pelus



Kami bersyukur dengan tempat tinggal kami sekarang, di kelilingi sungai kecil dan besar. Saat pertama pindahan, anak-anak langsung tertarik untuk bermain di sungai. Saat ini sudah lebih dari satu tahun sejak pertama kami pindah. 

Beberapa meter di sebelah timur  rumah kami, mengalir sungai besar. Sangat bening dan dipenuhi batu-batu besar. Sungai yang aliran awalnya bersal dari kaki gunung slamet ini biasa di sebut warga dengan "Kali Pelus" saya belum tahu apakah memang ada hubungannya sungai ini dengan pelus (bulus/kura-kura).



Anak-anak saya sangat senang bermain di sungai ini, bermain air, melempar batu dan terkadang menggoda ikan kecil yang nampak berkejaran. Saya bersyukur, anak-anak bersahabat dengan alam secara alami, belajar mensyukuri karunia yang sudah di berikan Allah swt.



Baca selengkapnya »
0 komentar

Rehat Sejenak Menikmati Siomay Udang di Sunyalangu


 
Beberapa pekan yang lalu, tepatnya tgl 25/2 2012 berkesempatan untuk melaksanakan Prosmiling atau pengobatan gratis di desa Sunyalangu Kecamatan Karang Lewas. Desa di pinggiran hutan di bawah kaki gunung Slamet. Untuk mencapai lokasi membutuhkan kendaraan yang lumayan fit, jika tidak sangat berbahaya karena kondisinya naik dan ada jalan yang rusak. Ketinggian dengan lemiringan hampir 70 derajat membuat yang belum pernah ke daerah ini cukup kesulitan, beruntung kondisi jalan sudah beraspal. 


Usai kegiatan Pengobatan Gratis, Bakti Sosial dan Donor Darah, yang merupakan kerjasama IPNU, PKPU dan PMI ini, saya dan beberapa teman menyempatkan diri ,melihat kondisi sekitar. Nampak di depan Balai Desa tempat kami menyelenggarakan pengobatan gratis, terdapat pohon beringin besar. Menariknya terdapat beberapa papan penunjuk arah tempat lokasi wisata alam yang dibuat cukup besar. Dibawah pohon juga nampak ramai pedagang yang menjajakan dagangan. 

Sejenak saya menghampiri pedagang siomay dengan label siomay udang, penasaran ingin mencobanya. Harganya murah, karena memang di peruntukkan bagi anak-anak SD yang biasa jajan saat istirahat. Siomay udang ini lebih nampak seperti cilok. Yah...memang tidak jauh beda, dan saya sama sekali nda merasakan rasa udang didalamnya. 


Saat ini, saya masih penasaran dengan obyek wisata yang terpampang di papan penunjuk arah dengan tulisan Welcome to Sunyalangu Tourism, Pondok Rau Camp Ground, Cibun Jembatan Gantung, Goa lawa, Curug DadapGoa Batur, dll.  adakah yang sudah pernah kesini dan bersedia berbagi informasi?





Baca selengkapnya »
0 komentar

Angin Kencang Terbangkan Atap Rumahku


Hari ini, Rabu 25 Januari 2012 sejak pagi nampak angin lebih kencang dari biasanya ketika melewati kota sampah-sampah meliuk beterbangan. Menambah kesan seperti di film-film , langit cerah tapi muram dengan sedikit mendung dan hawa panas yang menyelimuti.

Saat sampai kantor, yang saat ini masih direnovasi atapnya yang sebelumnya jebol akibat diterpa hujan. Kantor sederhana yang selama ini sudah menemani menjadi markaz pkpu purwokerto. Wajar jika jebol, karena konstruksi rumah lama dengan atap seng dan eternit anyaman bambu. Ternyata tukangnya pada ijin pulang, ada salah satu tukang yang rumahnya tertimpa pohon, lokasinya didaerah Cilongok..yang akhirnya saya ketahui dari antaranews kalau dicilongok termasuk daerah yang rumah penduduknya tertimpa pohon.

Menjelang siang, angin semakin kencang, atap seng tetangga kantor mulai terbang beberapa, dan kemudian saya di telpon istri saat sebelum dzuhur kalau atap rumah (baca : kontrakan) beberapa terbang, tetangga juga sms seng nya ada yang nyasar ke halaman rumahnya. 

Usai dzuhur saya pulang, dan benar ada lubang di atap sehingga sinar matahari langsung masuk, dan nampak anak pertama saya ketakutan. Puncaknya sekitar pukul 14.30 angin kencang datang lagi, kali ini dengan durasi yang cukup lama dengan energi yang lebih besar. Bunyi atap seng yang berderak-derak cukup menakutkan, dan bunyi gesekan pohon yang tertiup semakin membuat suasana mencekam. Saat itulah, dengan sekali hentakan setelah cukup lama di hembus, seng di atap dapur terlontar dan terbang.

Akhirnya keluarga saya ungsikan ke tempat tetangga yang rumahnya kokoh dengan atap genteng. Setelah saya tengok keluar hampir semua tetangga sengnya beterbangan, kecuali mereka yang beratap genteng, hanya satu dua yang jatuh gentengnya. Belum ada yang berani naik untuk membetulkan atap, hembusan angin sesekali masih bertiup cukup kencang. Dan ada satu rumah yang semua seng diatapnya terbang, lebih mengkhawatirkan rumah yang bertembok anyaman bambu itu cukup keras bergoyang, wajar karena berada di pinggir kali dan tidak ada halangan angin untuk menerpa rumahnya.

Dibantuin tetangga

Saya hanya berucap, subhanallah, Allahuakbar...beginilah kuasa Allah swt, alhamdulillah angin tidak berlanjut berhembus kencang, jika tidak mungkin akan ada banyak rumah yang roboh. Dan kamipun memberanikan diri untuk naik membetulkan atap...hampir semua penduduk Dari kejadian ini sepertinya penjual seng dan paku panen untung :) karena saat saya beli untuk pengganti seng yang rusak, beberapa toko nampak kewalahan melayani pembeli, bahkan ada beberapa yang kehabisan stock.

 

Mudah-mudahan malam ini tidak terjadi lagi, dan semoga kami teringat serta meresapi kejadian ini sebagai sebuah pelajaran berharga akan kuasa Allah swt. Lebih banyak bersyukur dan beristighfar.





Baca selengkapnya »
0 komentar

Kembali Membersamai dan Mendekap Mereka di Barak Pengungsian


 
Tahun baru 2012, kelu karena tahun 2011 diakhiri dengan beberapa bencana, dan tahun 2012 diawali pula dengan beberapa bencana. Saat itu Ahad  (Minggu) 18/12 terjadi tanah longsor di desa Tieng Kejajar Kabupaten Wonosobo, desa yang terletak di bawah obyek wisata Dieng, hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan.

Sebuah kawasan desa di atas awan, deretan pegunungan menjulang namun sayang sebagian sudah berupa ladang-ladang yang kehilangan pohon besar yang menjadi penyangga. Kabut tebal sering menutup wilayah di ketinggian lebih dari  2000 mdpl. Penduduknya yang taat beribadah nampak memenuhi saf-saf shalat subuh. 

Minggu, sekitar pukul 14.30 saat itu hujan deras sejak pagi hari, tiba-tiba bumm..bumm bukit gunung pakuwojo, gunung diatas dusun ngesong desa tieng longsor dan menghantam rumah warga, beberapa rumah langsung hancur berantakan, kemudian meluapkan air sungai serayu yang berada di desa tersebut yang menyebabkan banjir bndang.Salah satu yang menjadi korban adalah salah seorang ibu yang sedang hamil 8 bulan ikut hanyut terbawa arus dan akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

"Untung kejadiannya siang mas, seandainya malam hari kemungkinan korban jiwa pasti akan sangat banyak", kata salah seorang warga. Penduduk bukannya tidak tahu akan resiko ini, jawaban sederhana dari lisan salah satu warga, " mas kita tahu cepat atau lambat bencana ini pasti tiba, kalau mau ditunda, ya perbanyak ibadah dan istighfar, kalau mau dipercepat, ya maksiatnya yang banyak. Sebuah jawaban sederhana tapi sarat makna.


Saya menjadi bagian dari tim pkpu yang diterjunkan ke lokasi, mulai malam senin dan kemudian senin pagi langsung menuju lokasi, melakukan assesment, dan tindakan cepat membuat posko dapur air, posko yang menyediakan minuman hangat teh, susu, kopi untuk pengungsi, mengusir hawa dingin. 


Pengungsi yang berada di balai desa Tieng berjumlah 658 orang, dengan kondisi yang masih seadanya, bercambur dan yang lebih memprihatinkan, mereka tidur dengan sebagian besar hanya beralas karpet tipis. Saya beringsut, setelah usai melayani di dapur air, saya berbaur dengan mereka, mendekap anak-anak dan bersama fifit, salah satu relawan pkpu mencoba sedikit memecah ketegangan dan trauma mereka, megajak bermain sederhana untuk berkenalan dan selanjutnya melakukan aksi trauma healing yang terprogram. (lihat artikel : Bunga dan Senyum Terkembang di Barak Pengungsian)




Selanjutnya pkpu mendirikan serambi nyaman, barak pengungsian yang di set khusus untuk ibu menyusui, bayi dan balita. tadinya masih darurat tapi kemudian benar-benar menjadi serambi nyaman setelah pkpu pusat langsung datang ke lokasi (lihat serambi nyaman)

 Serambi Nyaman

Ada spirit sendiri bila membersamai para pengungsi, melihat ketegaran dan upaya untuk semakin dekat dengan Tuhan, karena Ialah pemilik segalanya. Seperti sorot mata yang saya lihat dari seorang ibu, anak menantunya yang sedang hamil delapan bulan ikut menjadi korban, atau celotehan salah seorang anak yang orang tuanya ikut menjadi korban. Semua ada hikmahnya, bertautnya hati mereka yang membantu dengan mereka yang menjadi korban. Saya melihatnya kemudian tak terasa air mata ini menetes, Bangsa ini adalah bangsa besar, ketegaran bertemu dengan kedermawanan..ada banyak relawan independen, lembaga-lembaga donor, LSM maupun LAZ Nasional lain, PMI, BPBD, Lembaga Pemerintah yang lain yang menyalurkan bantuan dari para dermawan, semuanya bahu membahu membantu mereka yang terkena musibah ini, tangan-tangan bangsa ini harus terus bergandengan tangan, memperkuat satu dengan lainnya. Saya mencintai bangsa ini, Indonesia Raya.


*Terima kasih untuk para Relawan yang sudah ikut terlibat bersama PKPU, fifit, Widi, mas Ryan, Fuad, Yusuf, Gebyar, P Taufik, Nissa dan temen2 PSIK UNDIP, semoga Allah swt membalas dengan pahala dan kebaikan yang berlipat.

Release dapat dilihat di : blog pkpu purwokerto


Baca selengkapnya »
0 komentar

Penggalangan Dana Untuk Somalia




Purwokerto, Kondisi saudara-saudara muslim Somalia yang memprihatinkan nampak luput dari perhatian media, hal ini juga berpengaruh terhadap bantuan Internasional yang masuk kesana. Setelah tim PKPU pusat datang sendiri ke Somalia, selain mengantarkan bantuan (lihat catatan perjalanannya di Aid Fir Somalia ) yang terpenting adalah informasi yang pasti tentang kondisi disana.

Hal ini akan mempengaruhi kebijakan aksi selanjutnya di pkpu baik di pusat maupun cabang dan kantor cabang pembantunya di berbagai daerah. Di daerah penggalangan dana pun mulai dilakukan, tak terkecuali di Purwokerto. Pada bulan September ini (09/12) tim PKPU Purwokerto termasuk saya mulai berkeliling untuk menyampaikan kondisi Somalia sekaligus melakukan penggalangan dana. Mulai dari acara Festival Nasyid,  acara Tabligh Akbar, Seminar Nasional, dsb. Tekhnisnya saya minta waktu untuk menceritakan kondisi Somalia kemudian pemutaran Film.

Alhamdulillah dapat terkumpul beberapa juta rupiah di bulan ini, dan kami akan terus melakukan penggalangan dana . Berlanjut di Moment Qurban, dimana PKPU akan menyalurkan hewan Qurban dari Indonesia ke Somalia. Semoga hati-hati ini, hati kaum muslimin akan terus bertaut, yang tak akan membiarkan saudaranya dibelahan bumi manapun menderita, support baik bantuan fisik dan doa kaum muslimin Indonesia sungguh membuat saya terharu, walaupun belum pernah bertatapan muka, namun kami merasakan Indahnya ukhuwah/ persaudaraan ini.



Baca selengkapnya »
0 komentar

Merapi,Engkau Menyatukan Kami

Kinahrejo kini menjadi lokasi wisata bencana

Erupsi Merapi menjadi rangkaian penutup tahun 2010,tentu saja semua mata menatap. Ada yang meneteskan air mata kesedihan,ada yang meneteskan air mata ketulusan.Dan kemudian bermuara dalam satu kesatuan persepsi, rakyat indonesia raya mempunyai citarasa darah persatuan yang sangat kuat. Mendadak ramai perempatan jalan dengan pemuda-pemuda yang sigap menyodorkan kardus,membantu mengumpulkan rupiah demi rupiah,dan bangsa ini pun sekali lagi berbondong menunjukkan wajah kedermawannya Berbondong puluhan bahkan ratusan relawan menuju tanah merapi,NGO dan pemerintah ikut berpadu, seoalah tak mau kalah dengan kesetiaan mbah Maridjan.

Bisa jadi,bencana-demi bencana yang menggoncang tanah air ini sebagai pengerat tali persatuan bangsa,Kami bertemu dengan berbagai relawan dari penjuru negri. Dari yang masih sangat belia,sampai senior yang sudah malang melintang melakukan aksi-aksi kemanusiaan.


Jum'at (29/07/2011) saya berkesempatan ikut datang ke umbulharjo, bersama mas Tatang dari Radar Banyumas,Mas Juni dan Pak Agus dari PMI Banyumas.menyampaikan amanah masyarakat Banyumas untuk pembangunan SD Gondang dan Panguk Redjo, amanah yang tidak kecil lebih dari 200juta, yang kemudian di gabungkan dengan donasi lain terkumpul dana kisaran 1,2M disalurkan melalui pkpu lembaga kemanusiaan nasional (lihat http://www.pkpu.or.id/news/proses-pembangunan-sd-umbulharjo-ii-dimulai)



 Printer disalah satu ruang kelas sd gondang ini jadi saksi dahsyatnya awan panas

Saat mengunjungi SD lama yang hancur terkena awan panas, saya beristighfar..sungguh agung  Allah swt, belum lagi ketika berkunjung ke Kinah rejo, seolah berada di negeri atas angin..hamparan Pasir sisa letusan dan pohon yang bertumbangan sudah cukup menjadi jejak sejarah keangkeran Merapi.

Hanya Engkau ya Allah yang Maha Besar, Semoga ini jadi pelajaran besar bagi kita, selain terus melakukan persiapan,memperbaiki kinerja dan performance tanggap  bencana. Kemudian yang terpenting adalah kita sadar bahwa semua yang di turunkan Allah ada hikmahnya. dan dari merapi pun kita belajar akan keagunganMu dan kita pun belajar akan makna ukhuwah, bahwa dibumi manapun kita adalah saudara.Merapi, Terima kasih telah menyatukan dan mempertemukan kami.

Baca selengkapnya »
0 komentar

Status Dieng Waspada Level 2, Pengungsi Boleh Kembali


BANJARNEGARA - Rekomendasi dari BMKG bahwa status Bencana Gas Beracun Kawah Timbang, Batur, Dieng dinyatakan turun dari status Siaga level 3 menjadi Waspada Level 2. Tekanan Gas CO2, pada Sabtu (11/6/2011) tercatat turun dari 0,73 menjadi 0,52 % Volume.

Radius aman ditetapkan dari semula 1 km menjadi 500 m. Pengungsi sudah diperbolehkan pulang kerumah masing-masing, namun tetap harus waspada jika melakukan penggalian tanah dengan kedalaman 1 m, dikuatirkan akan ada gas CO2 yang keluar.

Sejak 30 Mei, saat status Kawah Timbang dinyatakan siaga level 3, Tim Rescue PKPU sudah berada dilokasi bencana. Melakukan Emergency Response dengan menurunkan tim asesment, pengiriman logistik, membantu evakuasi warga, melakukan pengobatan, mendirikan posko dapur air, serta trauma healing terhadap pengungsi.

Berdasarkan hasil rapat antara pemerintah daerah, Elemen BNPB dan SAR pemerintah serta seluruh NGO yang tergabung dalam posko induk bencana gas beracun Kawah Timbang, Ditetapkan bahwa status tanggap darurat berakhir tanggal 16 Juni 2011, dan mulai Sabtu (11/6/2011) pengungsi mulai dipulangkan serta dilakukan recovery pasca bencana.

Terima kasih kepada para dermawan, donatur, masyarakat dan relawan yang bahu membahu bersama PKPU membantu warga Batur. Tim PKPU yang turun langsung ke lokasi mendapat titipan salam, doa dan terima kasih dari masyarakat Batur, untuk semua yang telah membantu para pengungsi. (PKPU/Indra/Purwokerto)

Dimuat di : http://www.pkpu.or.id/news/status-dieng-waspada-level-2-pengungsi-boleh-kembali



Baca selengkapnya »
0 komentar

Posko Air PKPU Hangatkan Pengungsi Dieng



BANJARNEGARA - Kecamatan Batur berada di ketinggian diatas 1600 mdpl, saat pagi dan malam hari dinginnya menusuk tulang, tercatat suhu berkisar 11 derajat celcius dengan kabut pekat senantiasa menemani pengungsi dan relawan di Kecamatan Batur.

Dapur Air PKPU menjadi menjadi solusi, bersinergi dengan PMI dengan  posko dapur umumnya, dan PKPU menutup celah dengan membuat Posko Dapur Air. Posko Dapur Air PKPU mulai pagi buta setelah subuh menyediakan minuman hangat berupa teh, kopi dan susu. Selain itu PKPU juga disediakan roti kering dan sereal.

Sejenak sebelum pengungsi beraktifitas, keceriaan menghiasi pagi, ditemani secangkir kopi, teh atau susu hangat mereka bercengkrama, “Maturnuwun mas PKPU, kulo kalian lare remen sanget,” tutur seorang ibu dengan anaknya digendongan, menuangkan secangkir susu hangat untuk anaknya.

Salurkan bantuan anda untuk warga Batur Dieng melalui PKPU, Telp 87780015, 08041002000 (pulsa lokal), atau dapat menghubungi PKPU KCP Purwokerto Jl Letjen Pol Soemarto RT 003/01 Purwanegara, Telp 0281-7958080, transfer rekening BMI Cabang Purwokerto No. 0000783127 a.n PKPU atau BNI Cabang Purwokerto Nomor 0216318746 a.n PKPU (PKPU/Indra/Purwokerto)






Baca selengkapnya »
0 komentar

Informasi Terkini Bencana Kawah Timbang Batur Banjarnegara

 Barak Pengungsi di Balai Desa Batur

PURWOKERTO - Rabu pagi (8/6/2011), Tim Rescue PKPU kembali memberangkatkan tim keempat ke lokasi bencana Kawah Timbang di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Tim yang diberangkatkan langsung dari Purwokerto dan beranggotakan 5 orang tersebut dipimpin langsung oleh Indra Budi Legowo.

Untuk 3 hari kedepan, PKPU akan melaksanakan beberapa kegiatan antar lain trauma healing bersama badut PKPU, pemutaran film edukasi, pembuatan taman bacaan, dan pembuatan posko dapur air di lokasi pengungsian.

“Kami bisa memahami bila para pengungsi sudah merasa bosan tinggal cukup lama di lokasi pengungsian. Karena itu, kami sengaja memilih kegiatan yang ringan tapi dibutuhkan untuk menghibur pengungsi sekaligus menghilangkan rasa bosan mereka,” kata Indra begitu tiba di lokasi pengungsian pukul 11.00 WIB. Hari ini, lanjut Indra, PKPU membawa beberapa dus berisi buku bacaan dan logistik berupa persediaan untuk sarana dapur air di lokasi pengungsian.

Saat berita ini ditulis, status Kawah Timbang masih siaga. Setelah sehari sebelumnya sempat mengalami peningkatan, aktifitas kawah mulai mengalami penurunan. Konsentrasi CO2 juga mengalami penurunan hingga pada angka 1,07 %.

Saat bertemu dengan warga di Diusun Simbar, didapat informasi bahwa sudah dua hari ini asap putih yang keluar dari Kawah Timbang sudah tidak terlihat.Walaupun demikian, Pihak PVMBG belum menurunkan status kawah timbang.

Sementara di posko pengungsian, kondisi pengungsi masih terlihat lelah. Raut bosan amat sangat terlihat di wajah setiap pengungsi. Kondisi fisik yang mulai melemah pun membuat banyak diantara mereka yang memeriksakan kesehatannya di posko layanan kesehatan. 

Sesuai rencana, Tim PKPU akan dibagi 2 group. Group pertama sebanyak 2 orang akan ditugaskan untuk diperbantukan sebagai tenaga medis, dan 2 orang lagi untuk Trauma Healing dan Pemutaran Film. Tim PKPU di lapangan akan terus mengupdate informasi kepada masyarakat terkait kondisi yang terjadi di Gunung Dieng. (PKPU/Priambodo/Purwokerto)

Baca selengkapnya »
0 komentar

Kerjasama Dinas Cipta Karya dan PKPU Siapkan WC Darurat untuk Pengungsi Dieng



BANJARNEGARA - Untuk menghadapi situasi terburuk, kebutuhan untuk pengungsi harus disiapkan dengan matang, agar pengungsi merasa nyaman dan tidak ada keinginan untuk kembali ke rumah karena kondisinya bisa sangat berbahaya dan fatal.

Sarana sanitasi MCK mutlak diperlukan, Dinas Cipta Karya menggandeng PKPU bersinergi untuk mencukupi kebutuhan ini. Maka dibangun 4 lokasi WC darurat untuk memenuhi kebutuhan pengungsi yang tersebar didaerah yang minim MCK, Rabu (1/6/2011).


“Kami berharap, nantinya pengungsi tidak merasa kesulitan ketika akan buang hajat,” ujar Indra, Kepala Divisi Penghimpunan PKPU KCP Purwokerto. Sejak Senin, PKPU telah berada di lokasi bencana gas beracun kawah Timbang.

PKPU mendistribusikan bantuan logistik, mendampingi pengungsi serta membantu evakuasi warga di lokasi bencana. Hingga saat ini, PKPU melalui KCP Purwokerto telah mendistribusikan dua gelombang bantuan logistik kepada warga pengungsi.

Mari salurkan bantuan terbaik dalam bentuk dana maupun logistik untuk meringankan saudara kita di Gunung Dieng melalui PKPU Pusat, Telp 87780015, 08041002000 (pulsa lokal), atau dapat menghubungi PKPU KCP Purwokerto Jl Letjen Pol Soemarto RT 003/01 Purwanegara, Telp 0281-7958080, transfer rekening BMI Cabang Purwokerto No. 0000783127 a.n PKPU atau BNI Cabang Purwokerto Nomor 0216318746 a.n PKPU (PKPU/Indra/Purwokerto)


Baca selengkapnya »
0 komentar

Warga Dievakuasi, PKPU Kirim logistik Gelombang Kedua

 

BANJARNEGARA - Hari Selasa (31/5/2011) warga empat desa yakni Desa Serang, Simbar, Sumber dan Desa Batur dievakuasi menyusul status siaga tiga yang ditetapkan BMKG. Hal itu disebabkan konsentrasi di bawah Gunung Dieng, Kawah Timbang masih tinggi, untuk antisipasi aktifitas gas di permukaan terhadap warga di 4 dusun tersebut.

Karena dilihat di sekitar dusun tersebut terdapat rekahan. Lokasi pengungsian meliputi Balai Desa Batur, SMAN 1 Batur, Kantor DIKNAS Batur dan beberapa tersebar dilokasi rumah-rumah penduduk Desa Batur dengan total pengungsi yang terdata sejumlah 739 orang pada Selasa (31/5/2011) sampai pukul 20.00 WIB.

PKPU kembali mengirimkan tim untuk membantu posko induk yang terdiri dari gabungan elemen pemerintah dan LSM. Selain itu juga membawa logistik berupa mie instan, bubur bayi, gula, kopi, jahe instan. Kondisi lokasi yang berada di ketinggian 1600 m diatas permukaan, membuat suhu sangat dingin saat malam hari.

Didapati ada beberapa pengungsi yang sakit namun secara umum kondisi pengungsi masih dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah, kita dalam kondisi sehat, cuma masih takut apalagi ada hari sabtu kemarinn sempat diguncang gempa 6 kali, gempanya tidak goyang kekiri kanan, tapi terasa seperti naik turun,” kata salah seorang warga dilokasi pengungsian.

Yang paling harus diwaspadai adalah gas CO2 yang muncul dari rekahan tanah, pada tahun 1979 lebih dari 100 warga meninggal akibat keracunan gas CO2, untuk mengatasi situasi terburuk petugas sudah melakukan pemetaan jalur evakuasi yang aman bagi warga yang tinggal satu kilometer dari kawasan Kawah Timbang.

Kondisi terakhir situasi masih stabil dan terkendali, tim pengamat rescue dan relawan lain masih tetap waspada hanya logistik yang perlu ditambah, terutama makanan instan dan minuman yang dapat menghangatkan badan

Bantuan dalam bentuk dana maupun logistik bisa disalurkan melalui PKPU Pusat, Telp 87780015, 08041002000 (pulsa lokal), atau dapat menghubungi PKPU KCP Purwokerto Jl Letjen Pol Soemarto RT 003/01 Purwanegara, Telp 0281-7958080, transfer rekening BMI Cabang Purwokerto No. 0000783127 a.n PKPU atau BNI Cabang Purwokerto Nomor 0216318746 a.n PKPU (PKPU/Indra/Purwokerto)

Dimuat di http : //www.pkpu.or.id/news/warga-dievakuasi-pkpu-kirim-logistik-gelombang-kedua
Baca selengkapnya »
1 komentar

Mobil Layanan PKPU Antarkan Pasien Tumor ke Slawi Tegal



PURWOKERTO - Walaupun mobil layanan utama sedang digunakan ke Jakarta, namun program layanan antar orang sakit PKPU Purwokerto tetap berjalan. Hari Jumat (22/4/2011), dengan menggunakan mobil cadangan, PKPU Purwokerto mengantarkan seorang pasien penderita tumor ke Slawi, Tegal.

Sebelumnya, Ibu Nunung, anak dari pasien ini bermaksud meminjam mobil layanan milik takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto, namun karena suatu hal, pihak Masjid Agung merekomendasikan yang bersangkutan untuk meminta bantuan kepada PKPU.

Jumat siang, sehabis salat Jumat, Tim PKPU yang terdiri dari Priambodo dan Indra Budi Legowo langsung menuju lokasi untuk menjemput pasien. Setiba di lokasi, menggunakan tandu berjalan, pasien langsung dibawa ke mobil dengan dibantu masyarakat sekitar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PKPU yang berkenan mengantarkan bapak saya ke Tegal. Saya bingung harus bagaimana lagi cara membawa bapak ke Tegal. Insya Allah disana akan lebih banyak lagi yang bisa mendampingi untuk merawat bapak karena banyak saudara di sana,” ucap Bu Nunung begitu melihat Tim PKPU datang membawa mobil jemputan.

Selama ini mobil Layanan Kesehatan PKPU masih digunakan untuk kegiatan Program Kesehatan Masyarakat Keliling (Prosmiling). Rencananya awal Mei mendatang, mobil layanan ini sudah bisa digunakan untuk mengantar jemput pasien dhuafa di rumah sakit yang kesulitan untuk mencari transportasi untuk mebawa keluarganya yang sakit pulang ke rumah. (PKPU/Pri/Purwokerto)

Baca selengkapnya »
0 komentar

Kabar Pak Uyi & Daftar WNI di Sendai (update jam 4:50 JST)



Saya baru dengar kabarnya dari televisi kemarin, sesaat terkesiap, karena ada seorang teman Pak Uyi Sulaeman yang berada di sana, saat ini sedang menempuh studi S3  di Sendei. Belum dapat terkontak. Alhamdulillah setelah melihat di Facebook Indonesian Tokyo Embassy ada daftar pengunsi warga negara Indonesia Disana dan ada keluarga teman saya tersenut disana. Alhamdulillah. Semoga Allah memberikan keselamatan dan keteguhan serta kesabaran bagi mereka.

Berikut data-data pengungsi WNI sesuai data  Indonesian Tokyo Embassy

Daftar WNI di Sendai (update jam 4:50 JST)
3-1 Sanjomachi, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 981-0935
Telp. 022-234-4384

Kontak person : Fatwa Ramdani 080-3337-5369
fatwaramdani[@]gmail[.]com

1. Fatwa Ramdani dan istri
2. Dian Syahfitra
3. William Widjaja
4. Asep Ridwan
5. Ahmad Ridwan dan istri
6. Uyi Sulaeman dan keluarga
7. Zahrul Fuadi dan keluarga
8. Alimansyar dan keluarga
9. Deni dan istri
10. Sri Maldia
11. Ajeng


Masjid Sendai
7-7-24 Hachiman, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 980-0871
Peta lokasi bisa diakses dari sini (klik access) :
http://www.iccsendai.org/en/index.htm

1. Pak Hariyadi dan putra
2. Adam Badra Cahaya
3. Diptarama
4. Feranisa Prawita Raras
5. Rokhima Rostiani
6. Vera Yulianti Malik


SD Kunimi
2-16-1 Kunimi, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 981-0943
Telp. 022-234-6383
Website : (mungkin ada peta tapi tidak bisa saya akses)
http://www.sendai-c.ed.jp/~kunimida/


1. Mukti Ali dan keluarga
2. Atas Pracoyo dan keluarga
3. Eko Pradjoko
4. Bambang Winarta
5. Mohammad Farid
6. M. Bagus Adityawarman
7. Widyaningtyas


SD Tatemachi
8-1 Tatemachi, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 980-0822
Telp. 022-222-4078
Peta lokasi :
http://www.sendai-c.ed.jp/~tatimati/map.html

1. Jimmie Hadi
2. Fajar Mega Pratama
3. Hamzah Fauzi
4. Ryan


SD Kimachi
1-7-36 Kimachidori, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 980-0801
Telp. 022-223-3480


1. Adrian Wahyu Agusta dan istri


Kashiwagi Shimin Senta
3-3-1 Kashiwagi, Aoba-ku, Sendai-shi
Kode Pos 981-0933
Telp. 022-233-8066
Peta lokasi :
http://www.stks.city.sendai.jp/hito/WebPages/sisetu/simin/sisetu/aoba02.html

1. Puspo Edi Giriwono dan keluarga


Daftar orang Indonesia lain di Sendai yang sudah terhubung namun tidak diketahui persis lokasi keberadaannya :
1. M. Haris Mahyuddin (mengungsi di aula sekolah)
2. Irma Safitri (terakhir turun dari Aobayama dgn mobil bersama Fatwa, lalu turun di Kawauchi)
3. Edward Rahadian (di ecollab)
4. Alfirano (di asrama mahasiswa Jepang)
5. Aldina (mengungsi bersama teman lab)
6. Antonius Pujo dan istri (bermalam di mobil)
7. Anindya Wirasatria dan keluarga
8. Nuhansyah Sulaeman dan keluarga
9. Hendri Issac Salim dan keluarga
10. Abdul Muhari dan keluarga
11. Freddy Tan dan keluarga
12. Tri dan keluarga
13. Sabaruddin Rahman (dan keluarga?)
14. Ahmad Zufri
15. Arif Wicaksono
16. Yuliati Herbati
17. Titi Anggono
18. Febriani Sihombing
19. Sudirman
20. Edo
21. Intan
22. Lies
23. Amelia
24. Tini


Warga Indonesia di Sendai yang sedang berada di luar negeri/pulang :
1. Alfian Amrizal
2. Yeni Muriani
3. Martin Sirait
4. Ardiansyah Michwan
5. Aunuddin Syabba Vioktalamo
6. Tiar
7. Emmy Indah Priyanti





Baca selengkapnya »
0 komentar

Kamis Malam, Rantai Motor Putus di Tengah Jalan


Seperti biasanya, setiap pekan saya mendampingi satu kelompok binaan yang berlokasi di Wangon, kira-kira jaraknya satu setengah jam perjalanan, ujung barat selatan Kabupaten Banyumas. Saat berangkat udah agak ragu, sempet kontak temen untuk gantiin tapi ternyata juga sedang ada agenda, sejak siang bunyi rantai sudah nda nyaman didengar, tempo hari memang abis saya bawa turing ke Wonosobo tepatnya ke Desa Tieng Kejajar sekitar 10 km di Bawah obyek wisata Dieng.

Saat memasuki kilometer 10 Kecamatan Cilongok, Gubrak..motor terhempas lubang yang memang sudah nda bisa di hindari (mungkin khas di jalanan Indonesia kali ya..)t iba-tiba motor tidak bisa digerakkan, Alhamdulillah jarak Bis Besar di belakang masih cukup jauh, karena memang ini jalur Utama Propinsi, jadi bisa malam jam segini udah mulai keluar.

Segera saya seret motor ke pinggir jalan, dan..ternyata rantai motor telah patah dan masuk ke dalam gir roda belakang..gancet. Bingung juga, motor sama sekali nda bisa di gerakkan, lokasinya jauh dari keramaian, saat lagi bingung..Alhamdulillah..ada bengkel kecil yang masih buka, segera saya menuju kesana motor di tinggal di pinggir jalan.

Akhirnya selesai juga, untung ada mas tukang bengkel (tadi lupa nanya namanya), orang Semarang yang tadinya kerja di dealer tapi setelah lima tahun memilih untuk keluar, karena memang udah susah masuk dealer lagi."Harus punya koneksi mas, belum lagi ada ongkos sana-ongkos sini, jadinya saya buka bengkel aja..tadinya cuman bengkel tambal ban aja, sedikit-sedikit nambah alat maklum modal cekak, mau pinjem ke Bank nda ada jaminan" ujar mas tukang bengkel.

Yah, dinegara ini, kayaknya susah banget orang kecil bisa bertahan hidup..punya ketrampilan tapi nda punya modal.., punya ketrampilan tapi nda punya koneksi...syukurlah masnya masih punya nurani dan tekad bertahan hidup. Saya akhirnya bisa bergafas lega, jarak bengkel terdekat selain bengkel ini sekitar 2 km.

Kelompok binaan tetep jalan, tapi saya nda bisa datang saya putuskan kembali ke Purwokerto karena nda tahu kondisi motornya bisa nyampe nda ke Wangon.

Malam ini ada banyak Hikmah, Alhamdulillah Allah masih memberikan keselamatan..jika tidak mungkin bisa saja saya tertabrak bus malam yang melaju kencang, Alhamdulillah nda sampai bermalam di jalan karena ada bengkel yang masih buka dan bisa selesai dibetulin malam itu juga. 

Saya dapet tips juga dari mas tukang benkel
1. Memang kelihatannya sepele namun penting merawat rantai. Seperti mengeceknya, enggak boleh terlalu kencang dan terlalu kendor. Membersihkan, sebaiknya dengan pembersih khusus yang sudah tersedia di pasaran jangan dengan minyak tanah.

2.  “Kemudian melumasi dengan oli baru atau dengan chain lube yang banyak dijual di toko spare part atau bengkel,” 

3. Dengan berlalunya waktu biasanya rntai akan jadi kendor dan membuat tidak stabilnya putarn rantai, solusinya bisa dekencengin atau di potong rantainya, ini solusi darurat.
4. Dalam jangka panjang bila rantai dan gir sudah aus, sebaiknya diganti bersamaan, karena jika gir ada gompal dan jarak antara mata yang satu dengan yang lain sudah enggak sama. kemudian bergesekan dengan rantai. Makanya juga menimbulkan suara yang tak enak didengar, itu tandanya rantai dan girnya memang harus sudah diganti.

Nb : Mampir dulu ke warnet :), buat posting nih cerita mumpung masih hangat di ingatan
Baca selengkapnya »
0 komentar

Erupsi Merapi



Membaca berbeda dengan melihat, melihat berbeda dengan merasakan, menyelami makna dalam kebersahajaan,itulah yang saya alami saat mengunjungi dan terlibat langsung membersamai saudara-saudara kita yang mengungsi akibat erupsi merapi. Ada wajah-wajah sayu dengan guratan kesedihan, bahkan nampak kepanikan yang seolah entah kapan akan berhenti. Berpindah dari satu barak pengusngsian-kebarak pengungsian yang lain.

Sabtu Sore 
Tubuh rentanya nampak masih mampu menopang jasadnya, tertatih tapi nampak tegar, beliau berkata.."mas kulo namung saged pasrah pada Alloh SWT" kata bapak berusia lebih dari 60 th ini, bersama keluarganya beliau sudah pindah lokasi pengungsian sebanyak 3 kali, terakhir mereka dan warga desa yang lain mengugsi di salah satu SD di Muntilan Magelang. Kami melakukan trauma healing di 3 barak pengungsian, yang saya dapatkan adalah..justru kita yang belajar ketegaran dari mereka.

Sabtu Malam
Saat menunggu malam, ditengah dentuman-dentuman kecil sang Merapi yang masih nampak beringas, tiba-tiba saya di kejutkan dengan seorang wanita yang tergopoh mendatangi.."mas-mas ada obat-obatan, ada bayi usia 3 bulan yang ikut mengungsi nampaknya membutuhkan bantuan", di Barak pengungsian disalah satu SMP di Muntilan, beruntung saya membawa satu orang dokter, teman saat di Kampus dulu, dr. Yeni, dibantu mba Nunu salah seorang relawan yang juga ikut bersama tim kami, memeriksa kesehatan sang Bayi, dan malam ini dilalui dengan memeriksa hampir seluruh penghuni ruang pengungsian ini, atu-persatu antri untuk diperiksa dan di cek kesehatannya, untuk obat-obatan akan datang esok paginya karena ambulan kita berada di lokasi yang berbeda.

Ahad Pagi 
Gempa kecil beberapa kali membuat kantukku hilang, apalagi seketika saat jam 2 semua menjadi gelap gulita, nampaknya genset sumber energi penerangan kehabisan bahan bakar. Saat itu total jumlah pengungsi di Magelang mendekati angka 70rb pengungsi, yang ironis ketika saya di mendengar cerita ada saja orang jahat di tengah derita, ada maling ternak yang ketika warga panik mengungsi mereka malah membawa lari ternak warga, bahkan ada segerombolan perompak yang menakuti-nakuti warga kalau awan panas sudah datang, ketika warga pergi mengungsi mereka menggasak habis isi rumah warga..naudzubillah.
Pagi hari kita bergerak dengan tiga armada, menyusuri jalanan yang sudah tertutup abu, layaknya televisi hitam putih yang ada hanyalah wrna-warna kelabu. Pohon bertumbangan, dahan-dahan pohon kelapa nampak seperti daun putri malu, mengatup dan patah akibat tak kuat menahan hempasan debu yang melekat di daunnya.

Setiba di MI salam kami melakukan aksi layanan kesehatan dan trauma healing, saat trauma healing..ketika kami mendapat titipan dari anak-anak salah satu sd di kota semarang, puisi yang dipersembahkan untuk anak-anak pengungsi. Ketika mereka membacanya tak terasa mataku terasa panas, titik air mata ini akhirnya tak tertahan juga.

 Magelang 06-07 November 2010

Baca selengkapnya »
0 komentar

Dua hari bersama Tarbawi 3




Tarbawi bukanlah Tempo, Tarbawi bukan juga Kompas, bukan pula Sabili, tentu saja setiap media tidak ingin disamakan dengan media lainnya. Tarbawi membawa sendiri genrenya..membawa sendiri mahzabnya, mahzab tulisan Tarbawi, Tarbawi memberanikan diri dengan memposisikan dirinya sebagai media yang subyektif, reflektif, kontemplatif dan inspiratif. Tentu saja akan ada konsekuensi dengan hal ini, paling tidak Tarbawi tidak hanya sekedar membawa informasi, tapi juga memposisikan diri sebagai media yang mampu memberikan nilai dan kearifan tersendiri yang dapat di rasakan pembacanya.

M.Lili Nur Aulia salah satu pendiri Tarbawi, yang selama ini kita kenal sebagai penulis dengan spesialisasi alam Islami (dunia Islam) pernah berkata’seringkali kondisi penulisnya juga mempengaruhi hasil tulisannya, jadi kondisi ruhiah(kejiwaan) penulis sangat berperan dalam penulisan di Tarbawi ini. Karena, Majalah Tarbawi bukan sekedar membawa informasi, tapi juga nilai kearifan yang diharapkan mampu memberikan inspirasi, menggerakkan, mencerahkan dan memotivasi pembacanya.

Kalau berkunjung ke Tarbawi kita akan disuguhkan sebuah pemandangan menarik..dalam satu ruang kita akan dibawa menikmati sejarah majalah ini,tulisan dan foto berjajar rapi dengan sbuah narasi..






Dua hari saya berkesempatan berinteraksi langsung dengan jajaran Redaksi serta manajemen Tarbawi..dan saya memutuskan untuk bergabung dalam jajaran besar keluarga Tarbawi, sebagai Tarbawi Representatif..karena yang saya bawa bukan sekedar majalah, bukan sekedar profesi, tapi panggilan nurani mengajak sebagian besar kita untuk terus belajar menjadi Arif disaat hampir semua media menyuguhkan informasi yang semakin menyempitkan optimisme kita, semakin mengikis kepercayaan kita, semakin membuat paranoid dengan informasi negative yang terus membanjir bak cendawan di musim hujan. Disinilah saya mencoba memulai...

Terima Kasih kpd Ust Zairofi, M Lili Nur Aulia, Ust Edi Santoso, Mba Widowati,Bu Nani, dan seluruh jajaran Tarbawi..Jazakalloh atas semua Ilmunya, semua kearifannya..(kapan-kapan mau ya ke Purwokerto..bedah Tarbawi atau yang lainnya..)
Baca selengkapnya »

Sahabat

Artikel Terbaru

Arsip Blog