Search

Content

Tampilkan postingan dengan label Content. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Content. Tampilkan semua postingan
0 komentar

Sunset di Grendeng


Sabtu sore (18/02), saat pulang kerumah disuguhi indahnya pemandangan sunset. Tidak jauh lokasinya, diantara hamparan sawah sebelum kampus UNSOED. Saya memotretnya dengan kamera handphone dengan spesifikasi sangat minimalis, tanpa cahaya blitz.

Handphone yang sejak awal januari menemani, sony ericson txt pro. Dibekali kamera 3.15 MP tanpa fasilitas zoom dan blitz. Sudah dibenamkan wifi, sayang belum ada OSnya, masih java. Tapi saya lihat di salah satu toko online di India sudah dibekali OS Android, atau mungkin bisa diinstalin OS ? kalau ada saya di kabari ya :) . 

Handphone ini saya beli via kaskus harganya lumayan jauh lebih murah dari harga aslinya, dapet cod dari agan jogja. Alhamdulillah barangnya masih bagus dan masih ada garansi. Lumayan jadi bisa untuk foto disaat-saat darurat jika tidak ada kamera pocket. Soalnya dulu saat dilokasi bencana kadang suka bingung untuk transfer data maupun foto ketika modem hang tidak mau nyala di netop, hp saya yang dulu cuma bisa buat sms n telpon, tambahannya senter :). Pernah sih jadinya pinjem BB lsm lain yang punya. 

Selain itu, bisa digunakan buat nulis di blog, pakai opera mini untuk browsernya. Kebanyakan nantinya foto yang saya upload di blog berasal dari kamera di HP Soner Txt Pro ini. Mensyukuri dan mengoptomalkan apa yang ada. Dan hasil fotonya menurut saya sudah cukup bagus, kecuali ada yang mau ngasih dengan yang lebih tinggi speksnya, dengan senang hati saya terima :)




Baca selengkapnya »
0 komentar

Tulisan Harapan di Tangan Untuk Somalia

 

Krisis kemanusiaan di Somalia nampaknya masih terus berlangsung, dan hal ini tidak mendapat porsi yang cukup dalam pemberitaan media. Para aktivis kemanusiaan pada tanggal 20 Februari nanti berencana akan kembali mengadakan pertemuan di London, konferensi bertajuk "Humanitarianism before politics" ini berawal dari keyakinan bahwa memanfaatkan rakyat Somalia secara politik adalah keterlaluan, yang seharusnya dilakukan adalah terus terkawalnya agenda-agenda kemanusiaan dan pembangunan di Somalia sebagai salah satu sarana perubahan di masa depan. Konferensi ini akan di hadiri lebih dari 90 NGO International.

 Humanitarian Forum mulai melakukan kampanye kemanusiaan untuk Somalia, dalam halaman Facebooknya mengirimkan pesan "Let's do this together! Let's gather ALL hands in one single effort to put SOMALIA on the spotlight. Send us your picture with a hand and a wish for Somalia, and get in the run to win the t-shirt". 


Jika anda berminat untuk berpartisipasi untuk mendukung somalia, silahkan kunjungi halaman facebook humanitarian forum dan kirimkan foto telapak tangan anda berisikan pesan harapan untuk saudara kita di Somalia, dalam bahasa apapun."Thanks for all the hands you're sending to Somalis! We are thrilled You can still send your message to Somalia on your hand, in any language." Humanitarian forum akan memberikan kenang-kenangan berupa kaos bagi yang beruntung.


 t- shirt For winners


 
Baca selengkapnya »
0 komentar

Kotak Infaq Bersejarah ini Terisi Penuh



Sejak saat masih di kampus, saya ikut merintis sebuah lembaga zakat yang bernama Griya Zakat LAZ Banyumas. Lembaga yang berkonsentrasi untuk membantu menyalurkan dana-dana donasi masyarakat berupa zakat infaq, shodaqoh dan dana kemanusiaan. Saat itu tahun 2005, masih seperti bocah yang baru mendapat mainan baru. Terasa menyenangkan namun masih kaku dalam operasionalnya.

Alhamdulillah saat ini sejak tahun 2009 kami memutuskan untuk bergabung dengan PKPU sebuah lembaga kemanusiaan nasional. Ada alasan legalitas dan juga alasan idealisme. Saya merasa kerasan bekerja disini, bukan karena alasan finansial (kalau alasan ini yang saya kedepankan mungkin saya sudah lama meninggalkan pekerjaan ini) tapi lebih karena alasan idealisme. Sebuah idealisme pasti akan menang jika dipegang dengan kuat menghadapi benturan realitas yang ada.

Jumlah penerima manfaat yang semakin besar membuat kami terus optimis, bahwa kerja-kerja kemanusiaan sudah menjadi panggilan jiwa. Kemudian, hari ini (16/02) sebuah kotak infaq yang membersamai sejarah kami, karena kotak infaq itu sudah berada di sebuah toko sejak tahun 2007. Saya mencatat baru dua kali mengambil kotak infaq itu, dan terakhir adalah hari ini. Setelah sekian tahun kotak infaq ini akhirnya kita ambil, masih lengkap dengan logo lama Griya Zakat. Lama belum kita ambil setelah berganti menjadi pkpu karena kita kehilangan kuncinya saat pindahan kantor lama. 


Akhirnya hari ini, setelah langsung bertemu dengan supervisor toko, kotak ini bisa kita bawa. Berat dan terisi penuh. Ada rasa syukur ketika mulai menghitung satu persatu receh dan uang kertas yang mulai tampak kumal. Berarti hari ini ada tambahan dana untuk membantu mereka yang membutuhkan. Dan saat ini kami sudah membuat lebih dari 100 kotak Infaq baru yang siap disebar. 

Philantropy tidak dilihat dari besar kecilnya donasi saja, tapi juga dari keikhlasan sang pemberi. Saya berharap, jika suatu saat teman-teman mampir di purwokerto kemudian melihat ada kotak Infaq dengan logo PKPU, silahkan diisi dengan seikhlasnya dan dengan harta terbaik . Karena ini menjadikan senyum bagi mereka yang membutuhkan.

Add caption
Baca selengkapnya »
0 komentar

Saya Masih Percaya dengan Kantor Pos



Ingatkah kapan terkahir kali anda kekantor pos ? masih ingat dulu di zaman kita kecil ada hobi prestisius yaitu hobi filateli, hobi mengumpulkan perangko,masihkah di zaman sekarang hobi ini diminati anak-anak muda?.
Saat ini hampir semua tugas surat menyurat sudah diambil alih oleh berbagai media digital seperti e-mail, facebook dll. Jadi masihkah kita mengantar surat melalui kantorpos?

PT Pos tidak tinggal diam mengetahui hal ini, ceruk pasar pun terus digali untuk meminimalisir kerugian operasional. Sehingga saat ini orang banyak yang datang ke kantor pos bukan untuk mengirim surat atau paket saja tetapi melakukan pembayaran rekening seperti taguhan listrik, telepon, PAM maupun cicilan leasing. 

Bagi saya, saya masih  membutuhkan kantor pos. Ini mungkin sudah dibaca oleh PT Pos. Sekarang ini transaksi jual beli melalui internet, bisnis online, kaskuser, tooko bagus yang intinya jual beli barang via jaringan internet semakin menjamur. Barang yang sudah di beli untuk sampai ke tangan pembeli pasti dibutuhkan kurir karena tidak mungkin dikirim melalui jaringan internet. 

Saya  termasuk yang ikut menikmati transaksi melalui internet ini, baik sebagai penjual maupun pembeli. Menjamurnya jasa cargo saat ini cukup membantu, dan PT Pos pun nampaknya mulai berbenah, memperbaiki kinerja. Saya pun yang merasakan manfaatnya. Jika menggunakan cargo lain diluar PT Pos kadang lebih mahal jika dalam jumlah sedikit, tapi melalui pos biaya ini bisa lebih murah.

Tentu saja bukan tanpa kelemahan, saat ini jika mengirim paket melalui kantor pos, bila berat barangnya kurang dari 0,5 kg saya memilih menggunakan perangko, bukan paket express. Lebih murah, namun punya kelemahan. Tapi selama ini saya lancar-lancar saja menggunakan perangko.

Semoga semakin kedepan PT POS bisa terus berbenah, terutama dari segi pelayanan. Perlu standarisasi pelayanan yang menyeluruh dari pusat sampai cabang, agar kami, rakyat biasa ini bisa menikmati aset bangsa yang telah banyak memiliki peran sejarah. Sekali-kali saya ingin mencoba ah  mengirim surat cinta kepada istri :).
Baca selengkapnya »
1 komentar

Rumah Sederhana Mbok Ritem


 
Saat angin kencang melanda akhir bulan Januari 2012 kemarin di Kabupaten Banyumas korban meninggal 5 orang (radar banyumas). Banyak atap rumah yang beterbangan, termasuk rumah saya. Salah satu daerah yang cukup parah terkena dampak angin kencang ini didaerah cilongok.  Ada satu rt di desa karang tengah yang mengungsi, beberapa rumah tertimpa pohon.

Mbok Ritem bertempat tinggal di Cilongok, Janda berusia 74 tahun ini hidup sendiri. Saat angin kencang, rumahnya yang reot nampak seperti akan terhempas, dan membuatnya sukar memejamkan mata di malam hari. Warga desa Sokawera khawatir terhadap kondisi Mbok Ritem, karena tidak mau diajak pindah, mereka berinisiatif untuk membantu membangun kembali rumahnya agar lebih kukuh.

Salah seorang warganya ketemu dengan saya di kantor PKPU, bismillah mudah-mudahan bisa segera membantu. Alhamdulillah ketika saya menghubungi salah seorang donatur PKPU, ada yang siap membantu. Ahad pekan ini (12/02) InsyaAllah bisa segera di bangun dengan kerja bakti warga. Kesigapan warga menunjukkan kecintaannya akan kebersamaan. Semoga Mbok Ritem dapat tidur nyenyak kembali.

Baca selengkapnya »
0 komentar

Generalisasi Tidak Selamanya Benar




Pernahkah anda melakukan generalisasi dalam kehidupan sehari-hari? misalkan kita terbiasa melihat orang-orang keturunan tionghoa yang etos kerjanya sangat bagus, disiplin dan sangat hemat. Kemudian kita berpendapat dan meyakini bahwa tidak ada orang keturunan tionghoa yang pemalas, sehingga hidup mereka biasanya makmur dan bisnisnya maju. Dan masih banyak lagi generalisasi yang biasa kita lakukan, tidak hanya terbatas pada jenis orang tapi juga jenis produk dan barang.

Hal inilah yang kemudian di pakai oleh management perusahaan-perusahaan, karena generalisasi ini berpengaruh pada image dan kemudian pada kepercayaan untuk mengambil pilihan. Lihat saja gaya menyapa customer service di bank, lihat saja penataan di gerai KFC dan waralaba-waralaba yang lain, ini semua untuk memberi kepercayaan akan image yang sudah dibagun dari awal. Sehingga akan sangat fatal akibatnya jika ada kesalahan di satu saja gerai maupun kantor cabang akan menimbulkan persepsi bahwa ini dilakukan oleh semua cabang atau perusahaan tersebut. Pernahkan suatu saat kita dilayani tidak enak oleh cs atau pelayanan karyawannya buruk, kita jadi berpikir ulang untuk berinteraksi dengan perusahaan itu.

Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan ini ? karena kita seringkali tidak obyektif dalam menilai sesuatu. Dan generalisasi ini sering kita lakukan.
Suatu saat saat saya sedang berkunjung kesalah seorang rekan, dirumahnya ada bapak mertua. Rekan saya ini sudah punya tiga orang anak, salah satunya masih balita. Mertua beliau, sangat terampil memandikan cucunya, kemudian karena saat itu cucunya sedang pilek tanpa ragu dan jijik dihisapnya ingus dari hidung cucunya kemudian dibuang. Dan kata rekan saya ini, mertua beliau ini menunggui sejak cucunya baru lahir sampai usia tiga bulanan. Tahukah teman, bahwa mertua beliau itu adalah kakek dari cucu-cucunya, dan tahukah teman darimana rekan saya ini berasal? beliau asli orang padang. Bisa dipahami kan maksud saya ditulisan ini :)




Baca selengkapnya »
0 komentar

Angin Kencang Terbangkan Atap Rumahku


Hari ini, Rabu 25 Januari 2012 sejak pagi nampak angin lebih kencang dari biasanya ketika melewati kota sampah-sampah meliuk beterbangan. Menambah kesan seperti di film-film , langit cerah tapi muram dengan sedikit mendung dan hawa panas yang menyelimuti.

Saat sampai kantor, yang saat ini masih direnovasi atapnya yang sebelumnya jebol akibat diterpa hujan. Kantor sederhana yang selama ini sudah menemani menjadi markaz pkpu purwokerto. Wajar jika jebol, karena konstruksi rumah lama dengan atap seng dan eternit anyaman bambu. Ternyata tukangnya pada ijin pulang, ada salah satu tukang yang rumahnya tertimpa pohon, lokasinya didaerah Cilongok..yang akhirnya saya ketahui dari antaranews kalau dicilongok termasuk daerah yang rumah penduduknya tertimpa pohon.

Menjelang siang, angin semakin kencang, atap seng tetangga kantor mulai terbang beberapa, dan kemudian saya di telpon istri saat sebelum dzuhur kalau atap rumah (baca : kontrakan) beberapa terbang, tetangga juga sms seng nya ada yang nyasar ke halaman rumahnya. 

Usai dzuhur saya pulang, dan benar ada lubang di atap sehingga sinar matahari langsung masuk, dan nampak anak pertama saya ketakutan. Puncaknya sekitar pukul 14.30 angin kencang datang lagi, kali ini dengan durasi yang cukup lama dengan energi yang lebih besar. Bunyi atap seng yang berderak-derak cukup menakutkan, dan bunyi gesekan pohon yang tertiup semakin membuat suasana mencekam. Saat itulah, dengan sekali hentakan setelah cukup lama di hembus, seng di atap dapur terlontar dan terbang.

Akhirnya keluarga saya ungsikan ke tempat tetangga yang rumahnya kokoh dengan atap genteng. Setelah saya tengok keluar hampir semua tetangga sengnya beterbangan, kecuali mereka yang beratap genteng, hanya satu dua yang jatuh gentengnya. Belum ada yang berani naik untuk membetulkan atap, hembusan angin sesekali masih bertiup cukup kencang. Dan ada satu rumah yang semua seng diatapnya terbang, lebih mengkhawatirkan rumah yang bertembok anyaman bambu itu cukup keras bergoyang, wajar karena berada di pinggir kali dan tidak ada halangan angin untuk menerpa rumahnya.

Dibantuin tetangga

Saya hanya berucap, subhanallah, Allahuakbar...beginilah kuasa Allah swt, alhamdulillah angin tidak berlanjut berhembus kencang, jika tidak mungkin akan ada banyak rumah yang roboh. Dan kamipun memberanikan diri untuk naik membetulkan atap...hampir semua penduduk Dari kejadian ini sepertinya penjual seng dan paku panen untung :) karena saat saya beli untuk pengganti seng yang rusak, beberapa toko nampak kewalahan melayani pembeli, bahkan ada beberapa yang kehabisan stock.

 

Mudah-mudahan malam ini tidak terjadi lagi, dan semoga kami teringat serta meresapi kejadian ini sebagai sebuah pelajaran berharga akan kuasa Allah swt. Lebih banyak bersyukur dan beristighfar.





Baca selengkapnya »
0 komentar

Seorang Anak Korban Perang Iraq di Pelukan Gambar Ibunya


Perang Iraq menyisakan kesedihan dan kepiluan yang mendalam. Sebuah kebohongan yang dibalut Arogansi yang melegalkan pembunuhan dengan dalih adanya senjata pemusnah massal yang sampai saat ini tidak terbukti. Pedulikah mereka setelah pundi-pundi emas hitam memenuhi kantong-kantong yang kemudian nantinya digunakan membiayai perang yang lainnya?
Siapakah yang paling menderita ? merekalah anak-anak yang tidak tahu harus berbuat apa, ditengah kerumunan mesiu maupun hujan peluru. Anak-anak yang dengan mata kepala sendiri melihat satu persatu teman, tetangga, saudara, bahkan orang tua mereka sendiri meregang nyawa dengan bersimbah darah. Luka, luka itu akan terus membekas dalam dada m, mereka tidak tahu harus mengadu kemana lagi selain pada Tuhannya. 

Mereka tidak tahu kenapa harus orang tuanya yang menjadi korban. Kini ratusan anak-anak Iraq harus menjadi Yatim maupun yatim piatu. Dan masih banyak lagi mereka yang berada di belahan dunia lain, Palestina, Afganistan, dan belahan bumi muslim yang lain.

Foto seorang gadis Kecil Iraq di Panti Asuhan (Foto : Mike Hanini Odetalla) menjadi saksi, dia menggambar ibunya di lantai dan tidur di lengannya. Inilah biaya perang yang sesungguhnya, meninggalkan trauma dan bisa jadi pewarisan kebencian. Haruskah kita berdiam diri melihat semua ini ?
Baca selengkapnya »
0 komentar

Asmaa' Mahfouz Wanita Pemberani Pengobar Revolusi Mesir



Jejaring sosial bukan lagi hanya sekedar tempat untuk narsis ataupun sekedar bermain, Jejaring sosial menjelma saat ini menjadi media alternatif disaat media-media konvensional seringkali bungkam. Ya, dengan "sosial network" andalah sumber berita, melalui blog, facebook, dan twitter kita mampu merubah wajah dunia sekalipun. Tentu saja semua mempunyai konsekuensi tanggung jawab di pundak kita, alih-alih membawa perubahan, justru berubah menjadi penipu ulung jika moralitas pemilik jejaring sosial itu sendiri bobrok.


Asmaa' Mahfouz, gadis Mesir ini menunjukkannya. Keberanian dan kelantangannya dia tunjukkan secara terbuka, tanpa identitas palsu maupun nama samaran. Dia tampil secara terbuka, merekam video sederhana di laman facebooknya dan kemudian tersebar secara luas di youtube. Video ini memuat pesan sangat penting dari dirinya, untuk menggerakkan nurani pemuda mesir untuk turun ke jalan berdemontrasi menuntut keadilan dan menggulingkan tiran. Dengan jilbab abu-abu dan berbaju hitam bergaris putih, dia mengajak masyarakat untuk ikut bersama dirinya turun berdemonstrasi dilapangan Tahrir pada 25 Januari 2011. Usianya baru 26 tahun saat itu.

Asmaa'a mulai tahun 2008 sudah terjun didunia pergerakan untuk memerangi ketidak adilan, setelah menyelesaikan pendidikan adminitrasi bisnis di Universitas Kairo. Tadinya, ia bekerja sebagai manajer keuangan di salah satu perusahaan broadband ,yang kemudian ditinggalkannya. Gerakan 6 April menjadi sarana aktualisasinya, sebagai salah satu penggagas. Melalui Facebook, berusaha mengumpulakn dan mengoordinasi dukungan mogok kerja yang dilakukan oleh buruh pabrik EL-Mahala El Kubra pada 6 April 2008. Saat mogok kerja itu benar-benar dilakukan, para pendukung yang berasal dari para blogger, wartawan independen dan aktivis ditangkap dan diperlakukan kasar oleh polisi dan antek rezim Husni Mubarak. Beruntung teman-teman pendukung lainnya berhasil mengumpulkan pengacara dan dukungan keamanan untuk melindungi mereka yang terlibat dalam aksi mogok kerja tersebut.



Bermula dari Gerakan Pemuda 6 April, Asmaa'a dan teman-temannya terus mengasah kemampuan untuk benar-benar menjadi seorang aktivis anti kekerasan, dari pengalamannya ia belajar banyak hal, mulai dari memahami jaringan kerja dan mengalahkan rasa takut ketika melakukan protes melawan rezim. Jaringan terus ditambah sembari tetap mengkoordinasikan dan mengorganisasi demonstrasi kecil. Sebagian besar aksi itu dilakukan melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan blog.


Dalam melakukan aksinya, ancaman dan tekanan dari pihak rezim Husni Mubarak terus dihadapi gadis ini, sehingga sempat membuat khawatir ibunya. Puncaknya adalah saat mencuatnya revolusi Tunisia yang berhasil menjatuhkan rezim yang telah berkuasa selama 23 tahun, hal ini mengispirasi Aamaa' dan rekan aktivis yang lain, bahwa ada harapan untuk menumbangkan rezim ototriter. Disaat tekanan dan ancaman semakin keras menerpa, membuat banyak aktivis menggunakan nama samaran dalam blog atau website mereka. Namun Asmaa'bertindak lain, ia mendobrak semua ketakutan itu dengan merelease videonya pada tgl 18 Januari 2011, tanpa nama sasaran, tanpa topeng untuk menutup wajah. Keberanian dan tajamnya kata-kata darinya mampu membakar semangat pemuda Mesir untuk turun kejalan. Dan hasilnya kita bisa lihat saat ini, rezim Mubarak tumbang, dan situasi politik berupa pemilihan umum menunjukkan keterwakilan tanpa rekayasa.


Dari sini kita bisa melihat dan berbuat, akan seperti apa dan apa yang akan kita lakukan dengan facebook,twitter dan blog kita? 
Baca selengkapnya »
0 komentar

Kembali Membersamai dan Mendekap Mereka di Barak Pengungsian


 
Tahun baru 2012, kelu karena tahun 2011 diakhiri dengan beberapa bencana, dan tahun 2012 diawali pula dengan beberapa bencana. Saat itu Ahad  (Minggu) 18/12 terjadi tanah longsor di desa Tieng Kejajar Kabupaten Wonosobo, desa yang terletak di bawah obyek wisata Dieng, hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan.

Sebuah kawasan desa di atas awan, deretan pegunungan menjulang namun sayang sebagian sudah berupa ladang-ladang yang kehilangan pohon besar yang menjadi penyangga. Kabut tebal sering menutup wilayah di ketinggian lebih dari  2000 mdpl. Penduduknya yang taat beribadah nampak memenuhi saf-saf shalat subuh. 

Minggu, sekitar pukul 14.30 saat itu hujan deras sejak pagi hari, tiba-tiba bumm..bumm bukit gunung pakuwojo, gunung diatas dusun ngesong desa tieng longsor dan menghantam rumah warga, beberapa rumah langsung hancur berantakan, kemudian meluapkan air sungai serayu yang berada di desa tersebut yang menyebabkan banjir bndang.Salah satu yang menjadi korban adalah salah seorang ibu yang sedang hamil 8 bulan ikut hanyut terbawa arus dan akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

"Untung kejadiannya siang mas, seandainya malam hari kemungkinan korban jiwa pasti akan sangat banyak", kata salah seorang warga. Penduduk bukannya tidak tahu akan resiko ini, jawaban sederhana dari lisan salah satu warga, " mas kita tahu cepat atau lambat bencana ini pasti tiba, kalau mau ditunda, ya perbanyak ibadah dan istighfar, kalau mau dipercepat, ya maksiatnya yang banyak. Sebuah jawaban sederhana tapi sarat makna.


Saya menjadi bagian dari tim pkpu yang diterjunkan ke lokasi, mulai malam senin dan kemudian senin pagi langsung menuju lokasi, melakukan assesment, dan tindakan cepat membuat posko dapur air, posko yang menyediakan minuman hangat teh, susu, kopi untuk pengungsi, mengusir hawa dingin. 


Pengungsi yang berada di balai desa Tieng berjumlah 658 orang, dengan kondisi yang masih seadanya, bercambur dan yang lebih memprihatinkan, mereka tidur dengan sebagian besar hanya beralas karpet tipis. Saya beringsut, setelah usai melayani di dapur air, saya berbaur dengan mereka, mendekap anak-anak dan bersama fifit, salah satu relawan pkpu mencoba sedikit memecah ketegangan dan trauma mereka, megajak bermain sederhana untuk berkenalan dan selanjutnya melakukan aksi trauma healing yang terprogram. (lihat artikel : Bunga dan Senyum Terkembang di Barak Pengungsian)




Selanjutnya pkpu mendirikan serambi nyaman, barak pengungsian yang di set khusus untuk ibu menyusui, bayi dan balita. tadinya masih darurat tapi kemudian benar-benar menjadi serambi nyaman setelah pkpu pusat langsung datang ke lokasi (lihat serambi nyaman)

 Serambi Nyaman

Ada spirit sendiri bila membersamai para pengungsi, melihat ketegaran dan upaya untuk semakin dekat dengan Tuhan, karena Ialah pemilik segalanya. Seperti sorot mata yang saya lihat dari seorang ibu, anak menantunya yang sedang hamil delapan bulan ikut menjadi korban, atau celotehan salah seorang anak yang orang tuanya ikut menjadi korban. Semua ada hikmahnya, bertautnya hati mereka yang membantu dengan mereka yang menjadi korban. Saya melihatnya kemudian tak terasa air mata ini menetes, Bangsa ini adalah bangsa besar, ketegaran bertemu dengan kedermawanan..ada banyak relawan independen, lembaga-lembaga donor, LSM maupun LAZ Nasional lain, PMI, BPBD, Lembaga Pemerintah yang lain yang menyalurkan bantuan dari para dermawan, semuanya bahu membahu membantu mereka yang terkena musibah ini, tangan-tangan bangsa ini harus terus bergandengan tangan, memperkuat satu dengan lainnya. Saya mencintai bangsa ini, Indonesia Raya.


*Terima kasih untuk para Relawan yang sudah ikut terlibat bersama PKPU, fifit, Widi, mas Ryan, Fuad, Yusuf, Gebyar, P Taufik, Nissa dan temen2 PSIK UNDIP, semoga Allah swt membalas dengan pahala dan kebaikan yang berlipat.

Release dapat dilihat di : blog pkpu purwokerto


Baca selengkapnya »
0 komentar

Sekiranya Anda Gagal



Sekiranya Anda mengalami kegagalan, tetaplah berbaik sangka kepada Allah. Saya kira Anda menyepakati poin ini. Dan sekiranya Anda mengalami kegagalan yang begitu menyakitkan, selalulah curigai diri Anda sendiri. Mungkin kegagalan itu merupakan sinyal bahwa selama ini Anda kurang sungguh-sungguh dalam pencapaian cita-cita Anda. Anda belum konsisten. Atau mungkin cita-cita itu sendiri masih samar, belum ada deskripsi yang jelas bagi cita-cita Anda. Sekiranya cita-cita itu telah jelas, mungkin saja Anda belum mengoptimalkan potensi-potensi yang Anda miliki. Dengan kata lain, mungkin selama ini Anda belum benar-benar bersyukur. Namun jika Anda telah mengoptimalkan segala kemampuan Anda hingga batas maksimal dan Anda masih gagal juga, toh semua itu merupakan takdir yang Allah tetapkan atas Anda. Namun ingatlah bahwa itu hal itu perlu disikapi dengan bijak, bukan lantas Anda katakan, “Memang sudah nasib saya begini, mau diapakan lagi?” (alias berputus asa).

Kita semua ingin sukses dan tak ingin gagal. Tapi adakah orang yang hidupnya selalu sukses? Adakah orang yang selalu diberi kelapangan dan kesenangan sepanjang hidupnya? Jika Allah menghendaki, bisa saja hal semacam itu terjadi. Tapi Allah Mahaadil. Pasti Dia pergilirkan manusia dengan kesuksesan dan kegagalan, kelapangan dan kesempitan. Hidup ini, kadang menuntut kita ada di bawah dan kadang posisi kita ada di atas.

Orang yang berpikiran dan berhati luas akan selalu mendapatkan hikmah dari berbagai kondisi yang dialaminya. Baginya, sukses tidak selalu merupakan kemuliaan dan gagal bukan selalu merupakan kehinaan. Yang terpenting baginya, dalam keadaan sukses-gagal, senang-susah, lapang-sempit, suka-duka, kaya-miskin, kuat-lemah; dan dalam berbagai keadaan yang selalu berlawanan; dia selalu melihat ada intervensi Allah di sana.

Tepat sekali ungkapan Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam: “Ketika Allah memberimu, maka Dia memperlihatkan belas kasih-Nya padamu. Ketika Dia menolak memberimu, maka Dia memperlihatkan kekuasaan-Nya padamu. Dan dalam semua itu, Dia memperkenalkan diri kepadamu dan menghadapmu dengan kelembutan-Nya.”.
Sering kita terpesona dengan keindahan kata-kata yang keluar dari hati seorang bijak yang mampu ‘membaca’ hakikat kehidupan, sehingga seolah kata-kata itu membuat hati kita mengangguk menyetujuinya. Memang kata-kata itu berkesan. Tapi jangan kita lupa, ada yang jauh lebih bermakna sementara banyak di antara kita melalaikannya, itulah kalam Allah.

Al-Qur’an. “Tiadalah Kami turunkan padamu Al-Qur’an ini untuk menyusahkanmu.” (Thaahaa: 2). Sedangkan manusia itu diciptakan Allah dalam keadaan bersusah payah. Tidak ada manusia yang tak pernah mengalami kesusahan. Seandainya pun ada manusia yang selalu dilapangkan hidupnya, pastilah dia tetap pernah mengalami kesusahan. “Sungguh telah Kami ciptakan manusia berada dalam susah payah.” (Al-Balad: 4).

Al-Qur’an. Kita yakin bahwa Allah menurunkannya bukan untuk membuat kita jadi susah. Bahkan Al-Qur’an itu penawar bagi penyakit-penyakit di dalam hati, termasuk jika hati kita terasa sempit tatkala mengalami kegagalan.
Dengarkanlah Rasulullah mengajarkan sebuah doa, “Tiadalah seorang hamba tertimpa kesusahan dan problema lalu berdoa dengan membaca: [Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, putra hamba-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku di tangan-Mu. Berlaku padaku hukum-Mu. Adil untukku ketetapan-Mu. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama milik-Mu yang Engkau berikan atas diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau kuasai pada ilmu ghaib di sisi-Mu; jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyubur hatiku, cahaya jiwaku, pelita kesedihanku, penghapus duka lara dan gundah gulanaku.] niscaya Allah akan menghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kegembiraan.”

Jadi sadarilah, jika kita ingin hidup sukses di jalan kebenaran, kita harus siap dengan berbagai rintangan yang selalu ‘setia’ menghadang di tengah perjalanan. Berbagai rintangan itu tentu harus dihadapi dengan kesabaran dan harapan yang tak pernah pudar. Sangat besar kemungkinannya, kita mengalami beragam kesukaran hidup bahkan kegagalan bertubi-tubi. Kenapa? Karena kita ingin hidup sejahtera dalam keberkahan, sedangkan godaan dunia terus menantang dengan arus materialisme yang dibungkus dalam kemasan modern. Dan godaan setan ‘memaksa’ kita untuk terus bertarung dengan hawa nafsu kita sendiri.

Orang-orang berkompetisi memburu kekayaan, popularitas dan kedudukan. Mungkin kita termasuk orang-orang yang memasukkan poin-poin itu sebagai variabel kesuksesan kita. Memang, tabiat kecenderungan itu tak bisa kita salahkan. Tapi adakah kita ingin jadi Qarun? Atau seperti orang yang berangan-angan memiliki harta Qarun ketika dia menggelar karnaval kekayaannya? Lalu kita pun segera sadar saat Allah membenamkan dia dan hartanya ke dalam perut bumi. Seketika itu, kita koreksi paradigma keinginan kita.

Nasihat lama mengingatkan agar kita melihat ke atas dalam masalah keimanan atau keshalihan dan melihat ke bawah dalam hal kondisi duniawi. Ini sejalan dengan hadits riwayat Imam Bukhari bahwa Rasulullah mengatakan, “Jika seseorang di antara kalian melihat orang yang diberi kelebihan harta dan anak, hendaknya ia melihat orang yang lebih rendah darinya.”

Dalam menghadapi berbagai cobaan kehidupan juga begitu. Sekiranya kita gagal atau mengalami musibah yang tidak menyenangkan, maka hendaknya kita ingat akan Rasulullah SAW, betapa cobaan yang dialaminya lebih berat dibanding cobaan yang ditimpakan kepada siapapun di muka bumi. Singkatnya, bicara soal menikmati kesuksesan dan menelan pil pahit kegagalan adalah bicara tentang rekayasa pain and pleasure (kepedihan dan kesenangan). Ini rekayasa yang penting untuk dilakukan sebagai netralisasi hati atas segala hal yang kita alami dalam hidup ini. Apa itu rekayasa pain and pleasure?

Anda tentu setuju bahwa kegagalan itu pedih rasanya dan Anda pun sepakat bahwa kesuksesan itu menyenangkan. Yang kita bicarakan ini adalah kesuksesan dan kegagalan yang biasa dipahami sebagai tercapai atau tidaknya cita-cita kita, atau dengan kata lain kesuksesan dan kegagalan yang bersifat duniawi. Titik ekstrem bagi orang yang mengalami kesuksesan adalah kesombongan dan lupa diri. Sedangkan bagi orang yang mengalami kegagalan, maka dia akan putus asa dalam menjalani hidupnya. Dua sisi ekstrem itu bisa dicegah atau diobati dengan rekayasa pain and pleasure. Caranya adalah dengan mengalihkan pandangan kepada the real pain and pleasure, kepedihan dan kesenangan yang sebenarnya.

Apa itu pain dan pleasure yang sebenarnya? Itulah derita abadi siksa neraka dan juga sebaliknya kesenangan abadi nikmat surga. Kalau kita mengalami kegagalan atau ujian hidup lainnya yang terasa sangat berat dan menyakitkan, maka ingatlah kesenangan abadi di surga sehingga kita tidak menjadi putus asa. Dan jika kita sukses atau mendapat kesenangan lain, maka ingatlah derita abadi di neraka sehingga kita tidak menjadi sombong dan lupa diri.

Bisa juga berlaku dengan logika sebaliknya. Kalau mendapatkan kesenangan di dunia, maka kita ingat bahwa kesenangan itu belum apa-apa dibanding kesenangan abadi di surga. Dan jika kita mendapatkan kepedihan di dunia, maka kepedihan itu pun tak seberapa kalau dibandingkan dengan derita abadi di neraka. Dengan cara ini, didukung interaksi kita dengan Al-Qur’an, maka kita bisa meraih predikat kebijaksanaan. Dan kita pun bisa menikmati hidup ini setiap saat dan keadaan.
Tulisan : Priyo Sudiyatmoko
Baca selengkapnya »
0 komentar

Inspirasi dari Pameran Peradaban Islam di Los Angeles



Jika berbicara mengenai dunia Muslim, media sering kali berfokus pada kebijakan luar negeri, terorisme dan perbedaan antara dunia Muslim dan Barat. Tapi, dalam buku 1001 Inventions: Muslim Heritage in Our World, profesor University of Manchester, Salim Al-Hassani, menghadirkan potret baru mengenai Muslim dengan menyoroti kemajuan seni dan sains mereka. Artinya bahwa dunia Islam telah memberikan sumbangsih besar terhadap teknologi yang dikembangkan dunia barat. Pesan itu hendak disampaikan dalam pameran ‘1001 Inventions: Discover the Muslim Heritage in Our World′ di California Science Center, Los Angeles.

Diane Perlov, Wakil Presiden California Science Center, mengatakan dunia barat begitu mengabaikan sumbangsih ilmuwan Muslim terhadap ilmu pengetahuan dunia. Sebabnya, melalui pemeran ini, pihaknya ingin mengkomunikasikan akar multikultural limu pengetahuan. “Pameran ini berupaya menunjukan adanya penemuan ilmiah bangsa di luar Eropa dan Amerika,” kata Diane Perlov.

 Replika temuan-temuan muslim yang interaktif

Pameran tersebut sekaligus meruntuhkan stereotipe bahwa Muslim identik dengan kekerasan. Dengan memaparkan kepada pengunjung tentang kekayaan warisan budaya Muslim, pameran ini berupaya menghilangkan pandangan negatif yang terbentuk dalam Orientalisme, yakni perspektif Barat tentang Timur yang kerap dikritik lantaran merepresentasikan secara keliru budaya Timur sebagai budaya yang kurang inovatif dan secara umum berseberangan dengan budaya Barat. Pandangan ini telah tersebar selama berabad-abad di Barat. Capaian-capaian ilmiah dari masa keemasan Islam pun mengejutkan semua pengunjung, terlepas dari apa agama mereka. Bagi banyak Muslim Amerika pun, pameran ini adalah kali pertama mereka belajar mengenai penemuan-penemuan itu, karena masa keemasan Islam adalah periode sejarah yang tidak diajarkan di kebanyakan sekolah di Barat.


 Al-Jazari membuat jam yang rumit, terutama Jam Gajah, yang dikenal sebagai jam yang akurat mengukur waktu

Meskipun era yang ditampilkan dalam pameran tersebut dipandang sebagai zaman keemasan Islam, era yang sama merupakan zaman kegelapan Eropa. Perbedaan ini disinggung dalam film pendek 1001 Inventions and The Library of Secrets (1001 Penemuan dan Perpustakaan Rahasia) yang ditayangkan pada awal pameran. Film ini dibintangi oleh aktor pemenang Academy Award, Ben Kingsley, yang memerankan ilmuwan Turki abad ke-12, Al-Jazari. Film tersebut bercerita seputar remaja abad ke-21 yang dipandu oleh Al-Jazari dalam sebuah petualangan untuk menemui para ilmuwan dan insinyur pada zaman keemasan Islam. Film ini memenangi penghargaan Film Pendidikan Terbaik di Festival Film Cannes 2010.

Begitu pengunjung menyusuri ruang pameran yang dihiasi warna ungu dan emas, mereka akan diarahkan menuju ekshibisi utama, yakni sebuah replika jam tenaga air setinggi 20 kaki—atau sekitar 6 meter—yang diciptakan oleh Al-Jazari. Di seberang jam ini ada sebuah model mesin terbang yang didesain oleh ilmuwan abad ke-9, Abbas ibn Firnas, yang dianggap sebagian orang sebagai ilmuwan pertama yang melakukan upaya ilmiah untuk menerbangkan manusia. Peragaan populer lainnya adalah sebuah lukisan kapal Zheng He (Cheng Ho), laksamana Muslim dari China abad ke-15, yang memiliki kapal dengan perkiraan besar seluas lapangan sepak bola.

Pameran tersebut juga menonjolkan para ilmuwan dan penemu non-Muslim, seperti Maimonides – tabib Yahudi abad ke-12 dari Kordoba, Spanyol – yang bekerjasama dengan para filsuf Muslim. Kehadirannya dalam pameran ini menandakan keberhasilan kemitraan lintas budaya yang dijalin para ilmuwan, yang menyumbangkan berbagai penemuan ilmiah terbesar dalam sejarah.

 Pameran dibuat sangat komunikatif

Sejarah kemitraan ini juga mencerminkan fakta bahwa para penemu dari masa keemasan Islam memang mengembangkan capaian pengetahuan dari para pendahulu mereka di zaman kejayaan Romawi dan Yunani, dan karya para ilmuwan Muslim pun nantinya dikembangkan oleh para penemu Eropa di zaman Renaissance.

Kesalingterkaitan ini memperlihatkan kekayaan warisan capaian pengetahuan yang sama-sama diupayakan manusia.
Pameran yang disponsori oleh Jameel Foundation -- organisasi akademik nirlaba-- itu dengan tema "1001 Inventions: Discover the Muslim Heritage in Our World". Dalam pameran ini, pengunjung yang datang tidak dikenai biaya dan bisa menyaksikan berbagai hasil temuan dan perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam mulai dari abad ke-7.

 Antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan

Pameran pertama telah usai diselenggarakan dengan memecahkan rekor di Musium Sains London dengan 400.000 pengunjung pada bulan Juni 2010 dan pameran kedua di Ikon & Sejarah Sultan Ahmed Square di Istanbul dengan 390.000 pengunjung. Pameran ini juga telah terselenggara di New York Hall of Science dan berakhir April 2011. Dan pameran yang penulis hadiri sekarang tengah berlangsung di California Science Center, Los Angeles, sebelum nantinya pindah ke National Geographic Museum, Washington DC pada 2012.

 Bandingkan Kapal milik Panglima Cheng Ho dengan kapal yg ditumpangi Marcopolo

Dengan ini, para pengunjung pameran dapat menyadari bahwa berbagai perbedaan antara Timur dan Barat saat ini dapat kita kesampingkan, karena sejarah menunjukkan bahwa penemuan-penemuan ilmiah terbesar yang masih digunakan sekarang sebetulnya adalah hasil dari kerjasama para ilmuwan dari seluruh dunia. (ah)

     Tulisan : Ust. Aidil Heryana
Baca selengkapnya »
0 komentar

From Relief to Recovery, Bantuan Darurat Menuju Bantuan Rehabilitasi


PKPU Ikuti Konferensi Humanitarian Forum Internasional Tentang Somalia

Bersyukur, delegasi PKPU yang berangkat dari Indonesia, untuk mengikuti konfrensi Humanitarian Forum Internasional mengenai Somalia tiba di Nairobi, Ibukota Kenya pada Minggu (25/9/2011). Delegasi PKPU tersebut antara lain Ketua Yayasan PKPU Suryama M Sastra dan Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno.

PKPU diundang sebagai bagian dari anggota Humanitarian Forum Indonesia di bawah kordinasi Humanitarian Forum International yang berkantor pusat di London, Inggris. Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Humanitarian Forum Internasional mengenai Somalia, dimaksudkan untuk mencari frame program yang tepat bagi upaya pemberian bantuan kemanusiaan masyarakat Somalia yang ditimpa musibah kelaparan serta konflik berkepanjangan.

Konfrensi tersebut dihadiri oleh puluhan NGO dari beberapa negara yang mewakili beberapa kawasan, antara lain kawasan Afrika, Eropa, Asia,dan Timur Tengah yang memiliki kepedulian pada masalah Somalia secara khusus serta masalah Afrika secara umum. Acara konfrensi ini dilaksanakan dari Senin-Selasa (26-27/9/2011) dan dipimpin langsung oleh DR Hani Al Bana selaku Presiden Humanitarian Forum International.

Bahasan utama konferensi ini adalah bagaimana membuat perencanaan program yang tepat untuk jangka pendek maupun panjang bagi program livelihood, livestock, serta pengelolaan bantuan, dengan berbagai upaya perbandingan atas pola yang telah dilakukan oleh United Nation (PBB), OIC ( OKI) serta para NGO International dan lokal yang telah bekerja untuk Somalia.

Konfrensi ini merupakan lanjutan dari konfrensi pertama yang telah dilakukan sebelumnya di Nairobi, Kenya oleh Humanitarian Forum International mengenai Somalia, karena mendesaknya upaya yang efektif melibatkan seluruh pihak bagi bantuan kemanusiaan untuk Somalia. 

From Relief to Recovery
From Relief to Recovery, menjadi frame utama dalam pembahasan konferensi Internasional yang membahas program kemanusiaan bagi masyarakat Somalia. Konfrensi hari pertama, Senin (26/9/2011) tersebut dihadiri ratusan orang delegasi dari puluhan NGOs, wakil dari pemerintah, United Nation (PBB), delegasi organisasi konfrensi Islam (OKI), Bank Pembangunan Islam (IDB) serta para pakar kemanusiaan.

Pada sesi pertama, konfrensi berisi opening session dari DR Hany Al Banna, selaku Chairman Humanitarian International, Atta Al Manane dari OKI, serta DR Ahmad Mohamed selaku Chairman Red Crescent Somalia.

Beberapa agenda pembahasan lainnya adalah upaya membangun kordinasi efektif antar seluruh pihak yang bekerja untuk somalia, menampilkan pengalaman koordinasi yang telah dilakukan oleh UN OCHA, Organisasi Konfrensi Islam (OKI), serta Red Cross and Red Crescent.

Selanjutnya pembahasan mengenai beberapa isu penting dalam frame program relief to recovery (bantuan darurat menuju bantuan Rehabilitasi) antara lain isu mengenai water and sanitation, livestock and livelihoods, serta food and agriculture, yang dibahas melalui diskusi kelompok.

Dalam kesempatan itu, delegasi PKPU yang diwakili Suryama M Sastra masuk dalam kelompok diskusi mengenai livestock and livelihoods (program ekonomi berkelanjutan), sedangkan Agung Notowiguno masuk dalam kelompok diskusi water and sanitation (penyediaan air dan sanitasinya).

Adapun hasil dari konferensi hari pertama mengenai program bagi Somalia dengan dikeluarkannya beberapa hasil yang dimungkinkan bagi langkah konkrit program recovery dari 3 kluster utama, yaitu penyediaan air bagi masyarakat, penyediaan ekonomi berkelanjutan, serta upaya penyediaan makanan dan pembangunan kembali pertanian di somalia.

Konferensi hari pertama yang dimulai sejak pukul 09.00 baru dapat diselesaikan hingga pukul 18.00 waktu Nairobi. Hal itu karena panjangnya pembahasan masalah-masalah yang diangkat dalam forum tersebut.

Pada kesempatan tersebut, terlihat begitu antusianya para delegasi dalam membahas langkah-langkah bagi Somalia, walaupun sebagian besar mereka bukan berasal dari somalia. Bahkan dengan latar belakang negara dan budaya berbeda, namun mereka tetap menyatu dalam semangat kemanusiaan universal yang tiada mengenal batas apapun.


:: Laporan Agung Notowiguno langsung dari Nairobi, Kenya
:: www.pkpu.or.id
Baca selengkapnya »
0 komentar

Penggalangan Dana Untuk Somalia




Purwokerto, Kondisi saudara-saudara muslim Somalia yang memprihatinkan nampak luput dari perhatian media, hal ini juga berpengaruh terhadap bantuan Internasional yang masuk kesana. Setelah tim PKPU pusat datang sendiri ke Somalia, selain mengantarkan bantuan (lihat catatan perjalanannya di Aid Fir Somalia ) yang terpenting adalah informasi yang pasti tentang kondisi disana.

Hal ini akan mempengaruhi kebijakan aksi selanjutnya di pkpu baik di pusat maupun cabang dan kantor cabang pembantunya di berbagai daerah. Di daerah penggalangan dana pun mulai dilakukan, tak terkecuali di Purwokerto. Pada bulan September ini (09/12) tim PKPU Purwokerto termasuk saya mulai berkeliling untuk menyampaikan kondisi Somalia sekaligus melakukan penggalangan dana. Mulai dari acara Festival Nasyid,  acara Tabligh Akbar, Seminar Nasional, dsb. Tekhnisnya saya minta waktu untuk menceritakan kondisi Somalia kemudian pemutaran Film.

Alhamdulillah dapat terkumpul beberapa juta rupiah di bulan ini, dan kami akan terus melakukan penggalangan dana . Berlanjut di Moment Qurban, dimana PKPU akan menyalurkan hewan Qurban dari Indonesia ke Somalia. Semoga hati-hati ini, hati kaum muslimin akan terus bertaut, yang tak akan membiarkan saudaranya dibelahan bumi manapun menderita, support baik bantuan fisik dan doa kaum muslimin Indonesia sungguh membuat saya terharu, walaupun belum pernah bertatapan muka, namun kami merasakan Indahnya ukhuwah/ persaudaraan ini.



Baca selengkapnya »
0 komentar

Tim Kemanusiaan PKPU Selamat Kembali ke Tanah Air




Catatan Perjalanan Tim PKPU ke Somalia (20)

PKPU Berkomitmen Memiliki Program 1 Tahun Untuk Somalia
Tim Kemanusiaan Indonesia Aid For Somalia PKPU untuk sementara waktu telah menyelesaikan misi kemanusiaannya membantu rakyat Somalia yang ditimpa bencana kelaparan. Misi kemanusiaan yang dilaksanakan selama dua pekan tersebut telah berjalan dengan baik. Empat orang personil PKPU yang ditugaskan menjalankan amanah ini telah tiba kembali ke Indonesia dengan selamat, Selasa sore (20/9/2011).

Misi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian terhadap penderitaan panjang yang dialami rakyat Somalia ditimpa bencana kelaparan dan kekeringan berkepanjangan. Bencana ini telah mengakibatkan jutaan rakyat Somalia dipaksa harus mengungsi, meninggalkan rumah-rumah mereka untuk mendapatkan bantuan makanan dan air. Melalui bantuan yang disalurkan PKPU, setidaknya dapat “mengganjal” rasa lapar mereka untuk sementara waktu. PKPU berkomitmen memiliki program yang akan dijalankan selama 1 tahun untuk Somalia.

Kepulangan Tim Kemanusiaan Indonesia Aid For Somalia PKPU yang dipimpin Direktur Pendayagunaan PKPU Tomy Hendrajati ini disambut langsung oleh Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno dan jajaran pimpinan lainnya, yaitu Wildhan Dewayana, Sri Adi Bramasetia, Nana Sudiana, Suharyanto dan lainnya di Bandara Soekarno Hatta, Banten. 

Rasa lelah setelah menempuh perjalanan udara selama 12 jam dari Nairobi, Dubai, Jakarta serta kerinduan terhadap keluarga dan tanah air Indonesia terobati dengan sambutan hangat tersebut. Apalagi persoalan selera selama berada di Somalia dan Nairobi tidak dapat diajak berdamai dengan masakan setempat. Bakso adalah makanan pertama begitu tim ini tiba di Jakarta.

Agung Notowiguno menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan misi tim ini dan semua personil kembali dengan selamat ke Indonesia. Iringan doa dan motivasi selalu diberikan selama tim ini berada dalam misinya mengingat medan dihadapi cukup mendebarkan bagi relawan kemanusiaan karena rawan faktor keamanan. Terutama di Somalia yang tengah dilanda kecamuk perang saudara berlarut-larut.

“Alhamdulillah anggota tim telah kembali ke tanah air. Semoga misi ini memberikan manfaat kepada masyarakat Somalia dan ini bukan misi terakhir untuk Somalia,” kata Agung menyalami anggota tim satu persatu.

Qurban For Somalia
Aksi berikutnya tengah disiapkan oleh PKPU, terutama menyangkut program kurban yang akan segera tiba dalam sebulan ke depan dengan kampanye ajakan bertajuk “QURBAN FOR SOMALIA”. Momen ini akan dijadikan momentum menyentuh kepedulian bersama untuk berkorban bagi rakyat Somalia dengan menyalurkan kurban bagi pengungsi Somalia. Dengan kurban kita semua diajak berbagi dan peduli sekaligus membuktikan tingkat pengorbanan kita dalam memaknai Idul Adha tahun ini.

Tim Kemanusiaan PKPU beranggotakan Tomy Hendrajati, Subur Rojinawi, Sukismo dan Elfiyon dalam misi itu turut meretas komunikasi dengan pihak-pihak terkait di Somalia untuk tindak lanjut program ini nantinya, terutama dalam penyediaan hewan qurban. Kini, saatnya kita membuktikan sejauh mana tingkat pengorbanan kita, salah satunya dengan berkurban untuk rakyat Somalia. (PKPU/Elfiyon/Jabodetabek)
Baca selengkapnya »
0 komentar

KBRI Nairobi Lepas Kepulangan Tim Kemanusiaan Indonesia-PKPU



Catatan Perjalanan Tim PKPU ke Somalia (19)

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi Kenya melepas kepulangan Tim Kemanusiaan Indonesia Aid For Somalia PKPU untuk kembali ke tanah air. Pihak kedutaan berharap ke depan akan ada lagi koordinasi dan kerjasama yang baik dalam membantu masyarakat Somalia sebagai peran nyata Indonesia di kancah internasional.
          
Pejabat Ad Interim Duta Besar Indonesia di Nairobi, T Wishnu Mahendra Kusuma mengaku sangat senang dan bangga, masih ada lembaga-lembaga kemanusiaan Indonesia dapat memainkan peran besar di Somalia. Memberikan bantuan terhadap rakyat Somalia yang berada di pengungsian yang ditimpa bencana kelaparan dan kekeringan berkepanjangan. Pihak kedutaan merasa sangat senang jika nantinya ada lagi misi-misi kemanusiaan berikutnya.
        
Hal senada juga diungkapkan oleh sejumlah diplomat dan staf di KBRI Nairobi seperti Winanto Adi, Taufik Fadilah dan lainnya yang merasa sangat senang dapat ikut membantu memfasilitasi tim kemanusiaan ini selama berada di Nairobi dan Somalia. Karena keberadaan Kedutaan adalah rumah bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, kata Wishnu Mahendra, yang dengan ramah menyambut kedatangan tim ini sejak awal.         

Bantuan dari Kedutaan di Nairobi ini memang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan misi kemanusiaan PKPU di Somalia. Support informasi dan fasilitas bagi tim memudahkan tim melaksanakan tugasnya. Sangat terasa hubungan antara personil kemanusiaan ini dengan kedutaan seperti anak dengan bapaknya. Pihak kedutaan sangat selektif dan detail mengetahui perjalanan tim ke lokasi pengungsian. Semua itu dilakukan untuk memastikan keselamatan anggota tim mengingat situasi dan kondisi medan perjalanan yang rawan kekerasan bersenjata.

Tetapi setelah mengetahui bahwa tim memiliki jaringan internasional dan lokal di Somalia,  pihak kedutaan bernafas lega dan bahkan sempat akan ikut datang  ke pengungsian Dadaab guna terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Jaraknya selama 9 jam dari Nairobi melalui jalur darat. Namun karena faktor keamanan  masa aksi kemanusiaan di Dadaab di perpendek dari waktu lima hari direncanakan. 
           
Tim Kemanusiaan PKPU juga mendapatkan sejumlah masukan seperti dari Winanto Adi agar misi kemanusiaan ini sekaligus dapat menjadi data base kondisi di Somalia dalam pelaksanaan aksi dari tim lainya sehingga lebih mudah melaksanakan aksi kemanusiaan. 

Pihak KBRI memuji langkah dilakukan tim kemanusiaan PKPU yang terus menjaga komunikasi baik sebelum kedatangan dan kepulangan sehingga secara tidak langsung memudahkan tugas kedutaan dalam membantu warga negara Indonesia di luar negeri. Sebagai kenang-kenangan, PKPU selain menyerahkan plakat, buku rekam jejak kemanusiaan dan atribut turut menghadiahkan satu rompi anti peluru untuk Kedubes Nairobi.

:: Laporan Elfiyon Julinit, Tim Kemanusiaan Indonesia Aid For Somalia PKPU
:: www.pkpu.or.id
Baca selengkapnya »
0 komentar

Antara Dubai, Nairobi dan Somalia



Catatan Perjalanan Tim PKPU ke Somalia (18)

Gemerlapnya Dubai
Seperti membandingkan antara siang dan malam. Itulah perumpamaan sederhana untuk menggambarkan antara Dubai, Nairobi dan Somalia. Saling berdekatan tetapi menanggung nasib tidak sama.

Lima jam transit di Bandara Internasional Jebel Ali, Dubai sudah cukup untuk mencari gambaran betapa megah dan gemerlap Dubai. Gedung pencakar langit tinggi menjulang angkasa. Kesan moder sangat terasa. Dubai yang dulu tanah tandus berubah begitu mempesona. Semua yang dibutuhkan tersedia dan tertata dengan rapi.

Apapun yang diinginkan akan gampang didapatkan. Makanan dan minuman selalu tersedia kapan saja bagi mereka yang lapar serta dahaga. Begitu dipesan tidak lama kemudian makanan sudah ada di meja. Orangnya bersih-bersih dan wangi. Keamanan terjaga selama 24 jam non stop sehingga tak ada perasaan was-was di sana.

Hawa Sejuk Kenya
Bergeser sedikit ke Nairobi Kenya, hawa sejuk masih terasa. Jarang ada ibukota di dunia di Afrika berhawa dingin seperti di Nairobi. Pagi hari suhu bisa 12 derajat celsius. Kota Nairobi yang merupakan ibukota Kenya tengah gencar-gencar membangun. Di banding Jakarta memang masih jauh tertinggal tetapi dalam beberapa puluh tahun ke depan kota ini akan jauh lebih maju.

Cina memegang peranan besar menguasai pembangunan infrastruktur Kenya. Hal ini terlihat dari hampir sebagian besar pembangunan fisik Kenya dikerjakan oleh kontraktor Cina, mulai bandara, gedung-gedung pencakar dan jalan.

Kepedihan di Somalia
Suasana kontradiktif terlihat di Somalia. Negara kaya dengan sumber daya alam ini luluh lantak  dan jauh dari rasa aman. Rumah-rumah dihiasi dengan lobang bekas tembakan senjata. Jutaan rakyatnya hidup di pengungsian karena bencana kelaparan berkepanjangan. Musim kering membuat panen pertanian gagal. 

Rakyat-rakyat di pedesaan berdesakan menuju ibukota membangun tenda pengungsian guna mendapatkan bantuan makanan. Sebagian besar lainnya bertahan di alam terbuka safana Afrika antara perbatasan Kenya dengan Somalia di kawasan Wajir, Mandera, Dadaab dan lainnya.

Di pengungsian Somalia, disini orang menahan perut karena kelaparan, dan memang tidak ada yang dapat di makan. Untuk mendapatkan air harus berjalan puluhan kilometer. Bantuan kemanusiaan merupakan satu-satunya harapan besar ditunggu setiap waktu. Nyaris tidak ada rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan kecuali relawan-relawan kemanusiaan yang memberanikan diri untuk membantu sesama.

Negara-negara Barat, Eropa termasuk Afrika berjanji memberikan bantuannya kemanusiaan mengatasi bencana kelaparan di tanduk afrika ini, khususnya  di Somalia, termasuk lembaga dunia PBB. Tetapi mengapa begitu banyak lembaga turun dan begitu besarnya dana kemanusiaan yang dikumpulan seakan tidak merubah keadaan di Somalia terutama kondisi para pengungsi yang tetap dilanda kelaparan? Apa sebenarnya yang terjadi di balik bencana ini? Mungkin inilah di antara pertanyaan besar harus dijawab untuk membantu Somalia keluar dari krisis. 






:: Laporan Elfiyon Julinit dan Sukismo, Tim Kemanusiaan Indonesia Aid For Somalia PKPU dari Nairobi, Kenya
:: www.pkpu.or.id
Baca selengkapnya »
0 komentar

Sampaikan Salam dan Terima Kasih Kami Kepada Rakyat Indonesia



Catatan Perjalanan Tim PKPU ke Somalia (17)

Belum Seberapa yang Kami Berikan
Bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia melalui Tim Kemanusiaan Aid For Somalia PKPU, ibarat pelepas dahaga bagi pengungsi Somalia. Meski jumlah bantuan itu belum seberapa dibandingkan dengan kebutuhan seluruh pengungsian yang mencapai raturan ribu orang di Daadab, tetapi menunjukan kepedulian terhadap sesama.

Ungkapan terima kasihpun mengalir untuk Indonesia dan PKPU dari para pejuang kemanusiaan lokal yang direpresentasikan oleh Zamzam Foundation. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih sekali dengan kehadiran tim kemanusiaan PKPU membawa bantuan guna membantu pengungsi yang kekurangan makanan. Harapan mereka bahwa kepedulian itu akan terus mengalir karena sebagian besar pengungsi sangat dan sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk mempertahankan hidupnya.

Said Hassan Barre mengungkapkan keharuannya begitu mengetahui bantuan itu dari Indonesia. Begitu banyak bantuan yang datang tetapi tetap belum mencukupi. Semua harus dibagi rata untuk pengungsi sehingga hanya mendapatkan sedikit saja untuk beberapa hari. Dapat dibayangkan, jatah 3 kilogram tepung diperuntukan untuk 15 hari ke depan.

Terimakasih untuk Saudara di Indonesia
Said Hassan Baree berpesan sampaikan salam dan terima kasihnya kepada saudara-saudara mereka di Indonesia yang telah memberikan kepedulian begitu besar terhadap rakyat Somalia yang kini ditimpa bencana kelaparan dan kekeringan panjang. Entah sampai kapan bencana ini akan berakhir. Tetapi yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mengatasinya dan tidak peduli soal waktu yang dibutuhkan.

Kepada masyarakat tim kemanusiaan Indonesia dan media dia juga meminta agar jangan penderitaan mereka saja yang dibesarkan dan diperlihatkan kepada masyarakat internasional, tetapi juga rasa terima kasih mereka. Sebuah ungkapan penuh makna bahwa mereka sangat menghormati siapapun yang datang dan mensyukuri apa yang mereka terima.

“Lihatlah. Lihatlah dan sampaikan kepada masyarakat Indonesia beginilah kondisi kami di pengungsian. Sampaikan terima kasih kami yang besar atas bantuannya,” katanya dalam arti bahasa Indonesia.

Ungkapan terima kasih lainnya secara langsung disampaikan kepada tim kemanusiaan PKPU juga disampaikan Mohammed Thohir yang ikut mengelola kamp pengungsian di Dahgaley Daadab. Mereka berharap akan dapat bertemu lagi di kesempatan berikutnya.

:: Laporan Elfiyon Julinit dan Sukismo, Tim Kemanusiaan Indonesia Aid For Somalia PKPU dari Nairobi, Kenya
:: www.pkpu.or.id
Baca selengkapnya »
0 komentar

Buruknya Tingkat Kesehatan Anak dan Ibu di Somalia



Catatan Perjalanan Tim PKPU ke Somalia (16)
Maut Menari di Atas Tanah Pengungsian
Bencana kelaparan hampir sama mengkhawatirkannya dengan ancaman kesehatan yang kini menjadi momok mematikan bagi pengungsi Somalia. Ratusan ribu pengungsi Somalia yang bertahan hidup di kamp pengungsian mulai terserang diare, malaria dan kolera. Ketiga jenis penyakit ini mendominasi kondisi kesehatan pengungsi yang sudah berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun berada dilokasi pengungsian dengan kondisi kumuh.

Rendahnya tingkat kesehatan ini diperparah oleh minimnya sarana sanitasi MCK di pengungsian. Meskipun terlihat ada sejumlah MCK dibangun di sejumlah titik tetapi sangat tidak memadai. MCK itu berdinding seng ukuran besar 1 meter. Tetapi keberadaannya tetap tidak merubah keadaan karena tidak adanya air yang cukup untuk mencuci tangan dan cebok. Dibanding mencuci tangan, air yang ada lebih dipilih untuk persediaan minum yang sangat pelik di dapat.

Mohamed, salah seorang pengungsi di kawasan Daadab Somalia menceritakan, untuk mendapatkan air tidak jarang mereka harus berjalan berpuluh kilometer menuju tempat penampungan air yang disediakan. Umumnya mereka yang mencari air adalah kalangan perempuan, baik berjalan kaki ataupun membawa keledai dengan jerigen digantungkan di hewan  tersebut.  Hal ini dibuktikan sendiri oleh tim selama melintasi safana Afrika itu dengan menemui sejumlah wanita berjalan kaki sangat jauh untuk mendapatkan air untuk keperluan minum.

Persoalan rentannya kesehatan para pengungsi ini tercermin dalam aksi kesehatan yang dilakukan relawan PKPU bersama lembaga lainnya di Kamp Dahgaley Daadab yang hampir rata-rata pengungsi menderita malaria, diare dan kolera. Lebih mengkhawatirkan lagi untuk kalangan anak-anak yang kurang mendapatkan perawatan kesehatan dan asupan gizi cukup. Keseharian mereka bermain di alam bebas dengan tangan dan kaki kotor berdebu.

Dokter Syukri asal Somalia yang terlibat aksi kesehatan bersama tim kemanusiaan PKPU  mengatakan, sedikitnya persediaan obat-obatan dan tenaga medis yang datang ke pengungsian membuat pelayanan hanya dapat dilakukan untuk ratusan orang seharinya. Pelayanan dihentikan saat obat-obatan menipis.

Sangat memiriskan memang jika melihat langsung dengan mata kepala sendiri balita-balita berada dalam gendongan ibunya dengan mata sayu, redup, perut membuncit dan tangan kaki mengecil di luar tingkat pertumbuhan normal anak-anak lainnya. Sang ibu hanya bisa melindungi anaknya dengan apa adanya. Menyembunyikan sang buah hati di balik cadar besar digunakan yang setidaknya mengurangi sengatan matahari langsung sehingga terhindar dari dehidrasi lebih parah. Setiap hari selalu ada balita meninggal dunia. Deretan kuburan berpasir diperlihatkan kepada kami.

Bahkan dalam beberapa kasus ada balita yang berat badanya hanya 2-3 kilogram atau sama dengan berat badan bayi lahir meski sudah berumur 3-4 tahun. Sang ibu terlihat mencoba menyembunyikan kesedihannya di balik raut muka tegarnya menghadapi semua kenyataan ini. Tidak perlu lagi kita tanya apa perasaan mereka, karena semua sudah tergambar dari apa yang terlihat meski tanpa kata-kata.

Persoalan gizi dan kesehatan Balita dan Ibu merupakan salah satu fokus utama yang diemban dalam misi kemanusiaan PKPU ke Somalia. Setidaknya secara bersama dapat menyelamatkan generasi baru Somalia dari lost generation, karena diperkirakan bencana ini akan berkepanjangan. Di tambah dengan dampak konflik perang saudara yang kerap mengganggu jalur logistik dan relawan memberikan bantuan. Tak ada yang dapat menjawab, sampai kapan derita mereka akan berakhir.

:: Laporan Elfiyon Julinit, Tim Kemanusiaan Indonesia, Aid For Somalia PKPU dari Nairobi, Kenya
:: www.pkpu.or.id
Baca selengkapnya »
0 komentar

Lewati Pemeriksaan 3 Jam, Tim PKPU Selamat Keluar dari Mogadishu




Catatan Perjalanan Tim PKPU ke Somalia (15)

Tiba di Nairobi Kenya
Setelah melewati pintu pemeriksaan selama tiga jam di Bandara Wajir, akhirnya Tim Kemanusiaan Indonesia, Aid For Somalia PKPU yang datang dari Mogadishu Somalia diizinkan masuk ke Nairobi, Kenya. Tim Kemanusiaan PKPU ini sukses menyalurkan bantuan untuk korban kelaparan di Mogadishu Somalia.

Dua peronil relawan PKPU yang berada di Mogadishu selama dua hari tersebut yaitu Ketua Tim Tomy Hendrajati dan Sukismo, telah keluar dengan selamat dari Mogadishu dan tiba di Nairobi Kenya pada Rabu malam (14/9/2011) pukul 07.40 waktu kenya atau 23.40 waktu Indonesia. Wajir merupakan daerah Kenya yang berbatasan langsung dengan Kenya. 

Jalur keluar dan masuk ke Mogadishu dari Kenya sangat berbeda. Untuk masuk ke Mogadishu dapat dilakukan melalui penerbangan dari Bandara Internasional Kenya dan mendarat di Bandara Mogadishu. Sebaliknya untuk kembali ke Nairobi tidak dapat dilakukan langsung, tetapi harus transit di Bandara Wajir .

Bandara Wajir hanyalah bandara kecil ukurannya seperti Bandara di Manokwari Papua. Bandara  ini sepertinya sengaja dijadikan bumper oleh Pemerintahan Kenya dalam menyaring siapapun orang yang masuk dari Somalia ke Kenya. Saringan cukup ketat juga diberlakukan Kenya di jalur darat dengan membuat hampir 23 check point atau pintu pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintasi perbatasan. 

Kendaraan yang nekad melintas melabrak check point, siap siap saja ban kendaraannya robek, karena dipasang ranjau paku sebesar telunjuk orang dewasa yang dipasang membentangi jalan. Tapi anehnya, dari belasan titik pemeriksaan itu, tak satupun petugas keamanan dibekali senjata kecuali hanya pentungan.

"Hukum Rimba" di Bandara Mogadishu
Pengalaman tim kemanusiaan PKPU begitu mendarat di Bandara Mogadishu, Aden Abdulle menyebutkan, baru saja akan mendarat sudah terlihat jelas konsentrasi pengungsian yang tidak jauh dari pinggir lapangan pacu penerbangan. Tenda-tenda pengungsian berdiri dengan bebas. Pesawat rusak dibiarkan begitu saja di pinggir lapangan terbang. Uniknya lagi, kadang ada cerita  Jerapah melintasi lapangan pacu sehingga harus menunggu menjauh dari jalur akan digunakan pesawat terbang.

Kondisi lapangan terbang Mogadishu sangat semraut, tidak terawat. Jangan bayangkan anda akan melihat bandara internasional sekelas Soekarno Hatta, Polonia Medan ataupun BIM Minangkabau yang modern. Bandaranya Internasionalnya mungkin masih kalah di banding bandara kecil yang ada di Indonesia. 

Begitu naik pesawat,  berlakulah “hukum rimba”. Siapa yang duduk lebih awal maka dialah yang berhak duduk disitu. Siapa yang cepet akan dapat. Pramugari pesawat harus ekstra sabar, karena penumpang banyak yang bandel. Meski akan take off masih sibuk menelpon dan mondar mandir di dalam pesawat. Kedatangan tim kemanusiaan PKPU dari Mogadishu ini disambut gembira pihak KBRI di Nairobi yang ikut mengkhawatirkan kondisi keselamatan tim selama di Mogadishu.

:: Laporan Elfiyon Julinit dan Sukismo, Tim Kemanusiaan Indonesia, Aid For Somalia PKPU dari Nairobi Kenya.
Baca selengkapnya »

Sahabat

Artikel Terbaru

Arsip Blog