Search

Content

Kamis, 07 Maret 2019

Mengunjungi Lokasi Malin Kundang di Kutuk Ibunya


Hampir setiap anak kecil di jaman saya tahu cerita tentang Malin Kundang. Cerita seorang anak yang dikutuk jadi batu karena durhaka pada ibunya. Cerita yang masih saya ingat sampai sekarang yaitu ; pada suatu waktu adaa seorang anak yang ingin membantu ibunya yang miskin, dengan berangkat merantau ke negeri sebrang. Ternyata anak ini, yang bernama Malin Kundang menjadi saudagar yang sukses, hingga akhirnya bisa menikahi salah seorang putri bangsawan. Kemudian, pada suatu saat kapal dagangnya akan berhenti di lokasi tempat kelahirannya, kabar ini sempat sampai ke ibu Malin Kundang, sehingga ibu Malin Kundang menunggu Malin di tepi Laut. 

Tapi saat kapal itu berlabuh, Malin malu mengenalkan ibunya kepada istrinya. Sehingga Malin membuang muka dan menganggap tidak kenal dengan sosok perempuan renta dan miskin yang sebenarnya adalah ibunya. Sontak Ibunya bersedih dan berdoa atas kedurhakaan anaknya itu, tiba-tiba laut bergelombang dan langi gelap serta petir menyambar bersahutan. Mengetahui hal itu Malin ketakutan, dan bersimpuh memohon ampunan sang ibu, tapi sudah terlambat. Tubuh Malin Kundang seketika membatu saat bersimpuh. Kalau ada salah-salah tentang ceritanya mohon dimaafkan, karena itu yang bisa saya ingat.

Patung alami Malin Kundang

Lokasi 

Sampai saat ini, batu yang menyerupai Malin Kundang yang bersimpuh itu masih ada, dan menjadi daya tarik wisata. Lokasi tepatnya batu ini ada di Pantai Air Manis, kelurahan aie Mani Kecamatan Padang Selatan, Padang Sumatera Barat. Jalan menuju lokasi cukup sempit, dan berjarak hanya sekitar 15 Menit dari pusat kota Padang. Bisa dengan memesan kendaraan online. Penginapan dan warung makan cukup banyak di sekitar pantai, dengan harga yang relatif murah karena masih dikelola oleh penduduk lokal.

Peta Lokasi Pantai Air Manis :



Di seberang pantai, terdapat pulau Pisang, yang kalau dalam kondisi surut pulau ini bisa dikunjungi dengan berjalan kaki, tapi saat berada disana jangan terlalu lama, karena kalau air pasang perjalanan pulang harus menggunakan kapal atau perahu.

Pulau Pisang 




0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat

Berlangganan Artikel

Kontak Saya

email : indrabudilegowo@gmail.com

Facebook : Indra Budi Legowo

Entri Populer Pekan Ini

Artikel Terbaru

Arsip Blog