Search

Content

Rabu, 20 Februari 2019

Bagaimana jika anak kita menjadi seorang cleaning Service ?






Pernah suatu saat ada pertanyaan dalam sebuah diskusi parenting , bagaimana jika anak kita menemukan bakatnya dan ternyata anak kita suka sekali bersih bersih dan bercita - cita menjadi cleaning Service ?
Saat itu ada banyak jawaban, dan intinya tidak ada yang salah ketika anak kita menjadi cleaning Service, siapa tau nantinya anak kita akan menjadi seorang pengusaha yang mengelola perusahaan kebersihan. Begitu salah satu jawaban yang ada.
Salah satu definisi bakat, menurut Abah Rama Royani, founder talent maping. Salah satu cerminan bakat adalah ketika kita melakukannya kita merasakan 4E, Enjoy, Easy, Excellent dan Earn. Dan bakat ini nature, sudah menjadi bawaan,tinggal ditemukan dan ditumbuhkan.
Kembali ke pertanyaan yang tadi, bagaimana ketika anak kita ternyata memilih menjadi seorang cleaning Service ? Dan Hanya cleaning Service, bukan punya perusahaan cleaning service.
Saat itu, Allah memberikan kemudahan pada saya untuk berlama - lama di raudoh, salah satu tempat di masjid Nabawi, dimana tempat itu berada di tengah antara rumah Rasulullah SAW dan Mimbar saat Rasulullah Saw dulu biasa ta'lim bersama sahabat. Saya mendapat kesempatan untuk cukup lama berada di raudoh, karena saat itu menjelang shalat Jumat sehingga yang sudah masuk kedalamnya bisa menunggu sampai shalat Jum'at selesai. Sekitar 3 jam lamanya.
Kesempatan langka di raudoh ini (kondisi normal biasanya hanya bisa bertahan paling lama 10 menit karena harus bergantian dengan jamaah yang lain dari berbagai belahan dunia) saya manfaatkan untuk banyak berdoa, tiba - tiba beberapa menit sebelum shalat Jumat ada yang duduk disebelah saya, menggantikan orang yang maju ke depan . Setelah saya amati sepertinya orang Indonesia , masih sangat muda.
Setelah itu saya coba berdialog, ternyata anak ini baru selesai sekolah setaraf SMA, dan saat ini menjadi seorang cleaning Service di Masjidil Haram, ia baru mendapatkan semacam surat izin untuk bisa keluar kota. Dan dimanfaatkan untuk ke Masjid Nabawi. Saat saya tanya, dia sangat menyukai pekerjaannya, dan bersyukur bisa sering umroh. Dari hasil cleaning servicenya dimanfaatkan untuk melanjutkan studi dimulai dengan menguatkan bahasa arabnya. Ya Allah akhirnya engkau tunjukkan, cleaning service itu pekerjaan mulia, pekerjaan melayani, apalagi ketika melayani tamu tamu Allah di Masjidil Haram maupun di masjid Nabawi.

Cleaning Service Masjid Nabawi sedang menata Al Qur'an

Sejak saat itu, saya sangat bahagia melihat cleaning service - cleaning Service di masjid Nabawi dan Masjidil Haram, menyapa mereka dengan salam, dan biasanya mereka menyambutnya dengan senyuman tulus. Terkadang mereka sigap mengepel lantai, mengemudikan alat pembersih debu, merapikan Al Qur'an setelah dipakai jamaah, dan kadang tak segan memberikan gelas saat kita hendak meminum air ZAM ZAM disudut sudut ruangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Cleaning Service Masjidil Haram sedang membersihkan lantai tempat  Sa'i di Safa dan Marwah lantai 3


-----
Ayah bunda , tugas kita bukan galau dan panik dengan bakat yang tumbuh dari anak anak kita. Ada anak yang suka ngatur ngatur, siapa tau dia memang berbakat commander ,sang pemimpin yang berani mengambil resiko . Ada anak yang pendiam dan pemalu, siapa tau anak kita berbakat menjadi seorang penulis yang dalam maknanya, yang tulisannya mampu menggerakkan orang dan penanya garang menjadi sumber perlawanan.

Ayah bunda, tugas kita hanya hadir , membersamai tumbuhnya fitrah yang salah satunya ada bakat dan keimanan anak anak kita, ketika bakat bertemu dengan keimanan yang terus bertumbuh ,maka kelak anak anak kita akan bertemu dengan peran peradaban terbaiknya. Apapun itu, dan jangan lupa berdoa , berdoa untuk anak anak kita, dan berdoa untuk kita agar lebih banyak diberikan kelapangan dada dan komitmen untuk terus membersamai dan bertumbuh bersama, tangguh dan jangan pernah berhenti untuk belajar , rise your child , rise your self
-----
Indra Budi Legowo
Yogyakarta, 16 Februari 2019

0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat

Berlangganan Artikel

Kontak Saya

email : indrabudilegowo@gmail.com

Facebook : Indra Budi Legowo

Entri Populer Pekan Ini

Artikel Terbaru

Arsip Blog